Beranda Pemerintah Tripika Jarai Sepakat Tak Beri Izin OT pada Malam Hari

Tripika Jarai Sepakat Tak Beri Izin OT pada Malam Hari

Penandatangan kesepatan bersama Unsur Tripuka Kecamatan Jarai untuk tidak ada OT pada malam Hari

919
0
BERBAGI

LAHAT, GP —  Mengantisipasi dampak hiburan Organ Tunggal (OT), Desa-desa di Kecamatan Jarai Area kabupaten Lahat Sumatera Selatan, sepakat tidak akan memberikan izin rekomendasi penyelenggaraan hiburan musik remik OT pada malam hari.

Adapun Desa-desa tersebut yakni Desa Desa Serambi, Desa Jarai, Desa Martawi, Desa Kedaton, Desa Lubuk Saung, desa Pamasalak, desa Nantigiri dan masih banyak desa lainya sangat mendukung untuk tidak adalagi izin OT pada malam hari.

“Kita terpaksa melarang OT malam hari, mengingat adanya dampak negatif yang sering ditimbulkan,” ujar Sebagai Tokoh Masyarakat Karang Tanding H Mukran Jemasan, usai melakukan deklarasi Bersama yang dihadiri unsur Kades Kecamatan Jarai, Tripika di Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Jarai  Rabu (11/9/2019) lalu.

Menurut Mukran Jemasan, akibat dari kegiatan hiburan OT pada malam hari musiknya cenderung remik. Dampaknya seperti maraknya peredaran narkoba, pesta miras, kegiatan asusila, dan kejadian kriminalitas, tidak sesuai dengan Adat istiadat dan banyak lagi perbuatan Negative lainnya.

Selaku Tokoh Masyarakat yang dituakan Di desa Karang Tending H  Mukran sangat mendukung dari Ide Kapolsek Kecamatan Jarai IPTU Hendrinadi SH untuk pendeklarasian tersebut dan didukung oleh pemerintahan kecamatan dan desa – desa di kecamatan Jarai  yang disampaikan melalui Rapat Koordinasi dengan Unsur Tripika, karena Masyarakat Kecamatan Jarai sudah resah dan khawatir dari dampak Organ Tunggal (OT) yang dilaksanakan pada malam hari.”urainya. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dedi Candra SE,  Pajeruni, dan Bapak Yudian anggota DPRD dari Dapil 4 Lahat, Camat Jarai Marsi SE MM,  Kapten Zeni Gunawan Koramil 405-08/ Jarai,  Kemeneg Jarai Alpian Ristian, Ketua Porum Kadis Harwanto, Kepala Puskesmas (UPTD) dr Icah, Seluruh Kades Kecamatan Jarai, BPBD Sekecamatan Jarai dan Karang Taruna kecamatan Jarai semua yang Hadir dalam kegiatan deklarasi stop hiburan tunggal (OT) malam hari.

Mukran menambahkan,  dilaksanakan Rapat Koordinasi untuk mengusulkan ke pemerintah Kabupaten dan DPRD Lahat bukan untuk berbenturan dengan pemerintah namun justru ingin bersinergi untuk Menuju Lahat Bersinar,” kata Mukran.

Ia menegaskan, perubahan masyarakat yang lebih baik itu berasal dari diri sendiri dulu, terurama Lingkungan kecil dalam Keluarga, Selama ini, Musik Remik Orgen Tunggal malam memang dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi, menurutnya, ada dampak negatif yang ditimbulkan tanpa di sadari oleh masyarakat.

Dengan deklarasi ini, setidaknya bisa mencegah semakin menjamurnya hal-hal negatif yang disebabkan kegiatan orgen tunggal malam seperti miras, asusila, narkoba, dan kriminalitas yang sangat meresakan, untuk melahirkan generasi  bangsa yang berahlak.

Sementara Camat Jarai Marsi SE MM, yang mewakili Pemerinrah Kabupaten Lahat, pihaknya sangat Mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat Jarai yang menyatakan sikap menolak adanya Hiburan Malam Organ Tunggal pada malam Hari.

Sebagai pemerintah di wilayah kecamatan pihaknya sangat mendukung karena ini sangat bersinergi dengan program pemerintah.”katanya. 

Ini terobosan baru sekaligus menindaklanjuti laporan Pihak Kapolsek Jarai dengan adanya OT pada Malam Hari banyak kejadian,  seperti Perkelahian,  Banyak peredaran Miras,  Narkoba dan Keriminalitas lainya,

Mudah-mudahan kedepan dengan Hasil Rapat koordinasi dan pernyataan sikap ini akan dilaporkan ke Kisbangpol Kabupaten Untuk dibahas ke jenjang selanjutnya, dan dapat menjadi wadah positif Pemerintah juga dimasyarakat, dan menjadi contoh desa lain di wilayah Kabupaten Lahat.”harapnya. 

Sementara itu, Kapolsek Jarai, IPTU Hendrinadi SH mengingatkan dihadapan Anggota DPRD Dapil 4 Lahat agar mendapat dukungan dan konsisten pada tujuan untuk mendukung program pemerintah dalam hal menciptakan kantibmas, Pihaknya mengakui, bahwa hiburan orgen tunggal malam merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan ketertiban dan peredaran narokoba serta peredaran miras.”kata Hendrinadi. 

Dan pihaknya, yang merupakan bagian dari pemerintah akan sangat mendukung kegiatan ini, apalagi jika dari kesadaran masyarakat itu sendiri,”Kapolsek mengharapkan jika ada warga yang akan menyelenggarakan hiburan. Namun lebih baik hiburannya pada siang hari saja,” pungkasnya.(Paisa/Nov)