PAGARALAM, GP — Persoalan bantuan Dana Kementrian Ketahanan Pangan dan Perikanan dikeluhkan Kelompok Petani Ikan masyarakat Kota Pagaralam Provensi Sumatara Selatan (Sumsel) Salah satunya adalah persoalan Pengajuan Bantuan dari Kementerian Ketahanan Pangan Kalau mau ajukan Proposal Bantuan Dana Pusat sekala Besar, namun dampak tidak disetujui Anggaran Master Plend BBI oleh DPRD Pagaralam dana Pusat tidak jadi Turun ke Kota Pagaralam sekira Rp 15 Miliyar Jum’at (2/10/2020).

Informasi yang di himpun Media ini melalui Dinas Ketahanan Pangan  setidak nya ada 75 Pokdakan Kelompok Tani Ikan sekota pagaralam, salah satunya Kelompok Tani Ikan Putri Saudagar satu yang beralamat Di kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagaralam Utara, mereka berharap kepada DPRD Kota Pagaralam untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dan dapat menganggarkan untuk Master Pland,  mengingat persoalan di atas menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan  kepada Media GarudaPos.Com.

Seperti keluhan Kelompok Budidaya Ikan Putri Seudagar I saat di temui di lokasi perikanan mengatakan, terimakasih Kepada Pemerintah Kota Pagaralam, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dalam hal ini Program Pemerintah atau Walikota tentang Pinjaman Tampa Bunga dan tanpa anggunan sudah kami dapat, dengan adanya bantuan tersebut kami sudah bisa melakukan budidaya ikan. Kata Kahfi sebagai ketua Kelompok Budidaya Ikan Sedagar I. Jum’at, (02/10/2020).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Pagaralam Ir Hj Zaitun MSi juga Didampingi Ir M Syarbani saat ini yang paling diharapkan warga Masyarakat Kelompok Tani ikan adalah Permintaan bantuan berupa Alat angkut Ikan Motor roda 3 sebagai alat transportasi,  mesin buat Pakan Ikan, butuh bantuan dari pemerintah Pusat alat alat seperti ini.” kata Zaitun.

Ir Zaitun : menceritakan Kalau Dinas Ketahanan Pangan Saat Pembahsan Anggaran Perubahan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam Telah mengusulkan anggaran untuk Design Engineering Detail (DED) serta master plan Rp 250.000.000,00 (Dua Ratus Lima puluh juta Rupiah). Namun tidak di Acc, Dari hasil pertemuan Rapat Pembahasan dengan DPRD Pagaralam berapa waktu lalu, mengakui bahwa anggaran yang ada sangat terbatas akibat Adanya Bencana Non Alam Covid -19 ini.”ungkapnya.

Lanjut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, kalau saja masih ada sisah anggaran masih ada waktu untuk mengajukan ke Menteri Ketahanan Pangan,  karna sarat kita dapat Dana Pusat dari kementrian itu harus ada Master Pland nya dulu dan Dinas Dapat memaparkannya ke pusat mengingat Selama ini belum pernah memilikinya Master Pland Sehingga pihak kementerian jadi terkendala mengucurkan anggaran pusat Rp 15 Miliarl.”kata Zaitun.

Yang paling disayangkan adalah ketika Kementerian Ketahanan Pangan menawarkan anggaran untuk Meningkatkan Hasil Perikanan kota Pagaralam. Namun yang ada Pemkot Pagaralam tidak memiliki Design Engineering Detail (DED) serta master plan Lokasi dan Wikayah perikanan produktif yang terintegrasi. Sehingga pihak kementerian jadi terkendala mengucurkan anggaran pusat.”tegas Zaitun.

Kami sudah di panggil Pihak Balai dan perwakilan kementerian. Dinas Ketahanan Pangan Memintak ke Pemkot Pagaralam melalui DPRD untuk menganggarkan buatkanlah master plan-nya. Kan nggak terlalu memakan biaya besar,” ujarnya.(Pai/NoviC)