PAGARALAM, GP —  Penyidik Polres Kota Pagaralam Panggil Dua orang Wartawan yaitu Edi Septiansyah SE dan Repi guna untuk berikan Kesaksian dalam melengkapi proses penyelidikan atas postingan Pers Plat Merah oleh Ketua DPRD kota Pagaralam beberapa waktu lalu di akun facebooknya, Selasa (20/10/2020). Pemeriksaan yang dilakukan dimulai sekitar pukul 11.00 dan berakhir sekitar pukul 13.15 Wib. Edi Septiansyah dan Repi menjelaskan, Sejumlah pertanyaan diajukan penyidik Dan dijawab dengan lancar oleh saksi.

Mewakili Beberapa Media dari Keterangan Saksi guna memberikan  keterangan sebagai saksi.” dikatakan ada sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh penyidik yang diperlukan untuk penyelidikan.”jelas Edi Septiansyah usai pemeriksaan, saat di tanya rekan – rekan media sejawatnya.

Diberitakan Sebelumnye terkait postingan itu. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel H. Firdaus Komar angkat bicara, saat dihubungi media melalui Whatshapp mengatakan,” Tidak ada Istilah Pers Pelat Merah! Pers yang berperan dan berfungsi dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan UU No 40 tahun 1999,” katanya.

Pernyataan Ketua DPRD Pagaralam Jenni Shandiyah tersebut mengenai penyebutan “Pers Plat Merah” mengindikasikan bahwa adanya pers yang tidak independent dalam membuat berita. Walaupun diakui bahwa DPRD juga bagian dari golongan “plat merah”, namun seolah-olah adanya kelompok pers yang terbagi kepentingannya untuk Pro ke Eksekutif dan yang Pro ke Legislatif,” Katanya.

Juga berita sebelumnye Tokoh Masyarakat Kota Pagaralam H Susno Duaji yang juga Mantan Kabareskrim Polri, angkat bicara terkait unggahan salah seorang pejabat kota Pagaralam yang menuliskan “Pers Plat Merah” yang hangat dibicarakan oleh publik khususnya Kota Pagaralam.

H. Susno kepada media ini, Minggu (18/10) mengatakan, Pers jangan takut dituduh sebagai apapun sepanjang sudah On the track, Insan Pers sepanjang tetap pada posisi Mewartakan Fakta yang benar maka dia adalah Insan Pers yang benar dan tak usah takut dituduh apapun.”Katanya.

Lanjut Susno, Pers Mewartakan Kebenaran dan Keadilan yang sudah menjadi Fakta pun pasti ada pihak yg tidak puas, karena tidak semua orang mencintai kebenaran dan keadilan, tidak semua orang senang pada fakta, banyak orang yg ingin membengkokan fakta demi kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.”ungkapnya.

Menurut Susno, Pers jangan takut untuk memberitakan sesuatu Fakta kalau untuk dilakukan kebenaran, karena memberitakan kebenaran itu bukti nyata bahwa Pers itu Netral tidak memihak dan tidak demi kepentingan tertentu dan pihak tertentu, Karena kebenaran yg didukung dengan fakta adalah Universal yang di dambakan oleh setiap orang.

Pers mewartakan kebenaran yang dilakukan Pemerintah dan didukung Fakta, tidak bisa dikatakan bahwa pers memihak pada Pemerintah, tidak juga bisa dikatakan bahwa Pers sudah punya Warna Merah sebagaimana warna plat Nomor Mobil pemerintah,” katanya.

Justeru Pers akan dikatakan memihak manakala ada pihak, (Eksekutif atau Legislatif atau Yudikatif atau pihak tertentu) berbuat benar diwartakan sebalik nya, maka itu artinya Pers tidak netral karena warta tidak berlandas fakta, Saya memberikan tanggapan secara umum, tidak memihak pihak tertentu, Namun bagi penjabat Publik sebaiknya jangan asal bicara apalagi di Media Sosial (Medsos).”ungkapnya.

Sementara dikutif dari Media deklarasinews.Com Peneliti Bahasa Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel ) Leny Oktaviany secara diksi mengatakan, Pers Plat Merah adalah perusahaan pemerintah, merujuk dari kata Plat, karena plat merah itu  menunjukan kendaraan tersebut baik roda dua maupun roda empat adalah milik pemerintah.

Lanjut Liny Oktaviany Senin (19/10),Istilah Plat merah untuk Pers mengandung konotasi yaitu perusahaan atau wartawan yang tidak Independent.”karena tidak Independent ya memihak pemerintah.”jelasnya. Pada zaman Soeharto atau Orde Baru bagi Pers Plat Merah aman dan bebas bergerak. Bagi yang Independent ditutup,dicabut SITU nya bahkan dibredel .urainya. “Pers Plat Merah ialah Pers yang tidak Independent.”tutupnya.

Sebelumnya diberitakan,seorang Pejabat kota Pagaralam dilaporkan ke Polisi karena postingan “Pers Plat Merah” di akun facebooknya.

Karena tidak terima disebut Pers Plat Merah akhirnya sejumlah wartawan melaporkan yang bersangkutan.

Sementara pejabat yang dilaporkan tersebut beralasan, kalau Pers Plat Merah itu maksudnya adalah Humas Kominfo. “maksud saya Pers Plat Merah itu adalah Humas Kominfo.”kelitnya ketika dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu.” (Pai/NoviC).