Muara Enim, GP – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Muaraenim menggelar kegiatan silaturahmi Alumni dan Kader dalam rangka memperingati milad KAHMI ke-54 tahun, Selasa (22/9/2020) di Ballroom Hotel Griya Serasan Sekundang Muaraenim.

Acara yang dikemas dalam suasana kekeluargaan ini digelar dengan tetap menaati protokol kesehatan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Acara ini dihadiri senior dan pengurus KAHMI diantaranya Ketua Majelis Penasehat MD KAHMI Muaraenim H Taufik Rahman yang juga mantan Sekda Muaraenim, H Asmuni Hambali mantan Sekda Prabumulih, H Hasanuddin Kakan Kemenag PALI,a Ahyaudin Ketua KPU Muaraenim, Juztilka Hariani Komisioner KPU Muaraenim, Suprayitno Ketua Bawaslu Muaraenim serta kader HMI di Muaraenim.

Ketua MD KAHMI Muaraenim, H Abdul Nadjib yang hadir melalui video conference, dalam sambutannya mengatakan milad ke 54 ini merupakan bentuk perwujudan peran KAHMI sebagai organisasi cendikiawan, religius dan independen. Pasalnya, kata Nadjib, sejak berdiri sampai sekarang, KAHMI berkomitmen hadir membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, negara dan alam semesta.

“Alhamdulillah syukur, dalam beberapa kesempatan terakhir meski belum optimal tapi KAHMI daerah mulai ikut andil dalam bidang politik, KAHMI berpartisipasi aktif dalam mendorong demokratisasi lokal. Kemudian dalam sektor ekonomi KAHMI mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan entreprenurship,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Nadjib, KAHMI juga mengambil bagian dalam kerja-kerja sosial dan keummatan, dengan hadir memberikan pelayanan untuk masyarakat.

“Sebagai organisasi mantan aktivis mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia, KAHMI hadir dalam memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi daerah. KAHMI hadir untuk memberikan solusi bagi daerah dan bangsa,” urainya.

Dirinya percaya, KAHMI akan menjadi lokomotif pencipta kader-kader terbaik daerah dan bangsa yang religius, jujur, profesional dan mandiri. Untuk itu, ia berharap KAHMI dapat mengubah human capital menghasilkan modal sosial atau social capital yang dimiliki para kadernya.

“Artinya, hadirnya KAHMI di Kabupaten Muaraenim harus dijadikan contoh bagaimana investasi human capital menghasilkan social capital hingga mampu memperkuat kejayaan bangsa khususnya di Kabupaten Muaraenim,” imbuhnya.

Najib juga berharap, KAHMI Kabupaten Muaraenim dapat mempertahankan dan meningkatkan eksistensinya dan bersama-sama pemerintah daerah berkonstribusi dalam memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat.

“Jangan jadikan KAHMI hanya sebagai organisasi pinggiran dengan peran dan konstribusi yan tidak signifikan. KAHMI harus bermanfaat bagi masyarakat bangsa. Dan mari kita jadikan KAHMI sebagai Solusi Untuk Daerah dan Bangsa ber-iman, ber-Ilmu, ber-Amal. YAKUSA, Yakin Usaha Sampai,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Penasehat MD KAHMI Muaraenim H Taufik Rahman menegaskan bahwa tidak ada kata pensiun bagi kader HMI. Untuk itu, ia meminta bagi seluruh alumni dan kader HMI di Muaraenim dapat terus berkontribusi terutama untuk kesejahteraan ummat.

“Jika selama ini, anggota KAHMI banyak yang konsisten di dunia politik dan bidang lain. Sudah saatnya KAHMI juga mengurusi hal-hal sosial yakni untuk selalu peduli dengan masyarakat. Misalnya membantu masyarakat kurang mampu dan lain sebagainya,” ajak Taufik Rahman.

Taufik memaparkan, sejak dibentuk saat kongres HMI ke-8 di Solo pada 17 September 1966, tentunya dengan usia yang ke-54 tahun ini, KAHMI sudah banyak torehan sejarah yang dibuat anggota Kahmi yang duduk di bidang politik, pemerintahan, ekonomi, kesehatan dan lainnya.

“Semuanya memiliki peran andil dalam kemajuan daerah dan Indonesia. Oleh karenanya, saya mengajak seluruh anggota KAHMI untuk berperan di segala bidang. Serta jangan berhenti berkarya, jangan berhenti berbuat dan jangan berhenti memberi kebaikan,” pungkasnya.

Pada acara itu dilakukan pemotongan tumpeng dilanjutkan penyerahan bantuan sosial kepada Panti Asuhan Assa’adah Muaraenim dan bantuan material pembangunan kepada Pondok Pesantren La Roiba. (Dn)