Beranda Lainnya Peristiwa Seribu Massa Menunggu Keputusan Rapat Maklumat Bersama Tentang Ilegal Drilling, Sementara Wartawan...

Seribu Massa Menunggu Keputusan Rapat Maklumat Bersama Tentang Ilegal Drilling, Sementara Wartawan Dilarang Meliput

35
0
BERBAGI

Muba, GP – Seribu massa dari 6 (enam) Kecamatan yakni Sanga Desa, Plakat Tinggi, Lawang Wetan, Batang Hari Leko, Babat Toman, dan Keluang mengepung Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Hal tersebut guna menolak Maklumat bersama Bupati, Kapolres, dan Dandim tentang larangan penambangan dan pengelolahan secara ilegal drilling.

“Kami gelar aksi damai ini menolak maklumat bersama yang dikeluarkan oleh Bupati, Kapolres, dan Dandim tentang larangan penambangan dan pengelolaan minyak secara tradisional” ujar salah satu Koordinator dari Kecamatan Babat Toman H Azhar, Selasa (17/09/2019).

Sementara itu, menurut masyarakat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan pada awak media, seharusnya pemerintah dan pemangku kepentingan mesosialisasikan terlebih dahulu. “Diharapkan dengan adanya aksi ini dapat cari solusi dan pro ke masyarakat. Keluarga kami serta masyarakat lainnya ingin hidup. Ini menyangkut hajat orang banyak dan masalah perut” cetusnya.

Aksi damai di depan kantor pemerintah itu, sempat dikunjungi oleh Bupati Dodi Reza Alex, Sekda Apriadi, dan organisasi perangkat daerah lainnya.

“Kita akan cari solusinya, terutama yang dikeluarkan, yang dikeluarkan kami menurut arahan dari pusat, presiden sampai tingkat daerah, tentang maklumat tersebut sementara masih kita berlakukan tetapi kita cari solusinya, setuju!” Seru Bupati Muba Dodi Reza.

Kemudian Dodi minta untuk berunding di ruang rapat Serasan Sekate. Namun sangat disayangkan rapat tersebut rapat tertutup. Hal ini disampaikan oleh Satpol PP atas perintah dan arahan dari Sekda. (Red).