Beranda Pemerintah Sebanyak 180 Pasang Warga Banyuasin Mengikuti Isbat Nikah Terpadu

Sebanyak 180 Pasang Warga Banyuasin Mengikuti Isbat Nikah Terpadu

63
0
BERBAGI

BANYUASIN, GP – Sebanyak 180 pasang warga Banyuasin yang sudah menikah mengikuti isbat nikah terpadu untuk mendapatkan Buku nikah Gratis, Kegiatan tersebut digelar Pemkab Banyuasin di gedung Graha Sedulang Setudung, Rabu (04/12).

Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Banyuasin H Slamet dan Ketua TP PKK Banyuasin dr Fitri Askolani yang dibuka oleh Asisten 1 Pemprov Sumsel Akhmad Nadjib ditandai pemukulan gong.

Wakil Bupati Banyuasin H Slamet menjelaskan jika isbat nikah merupakan program Banyuasin Religius. Sidang isbat kali ini, Pemkab Banyuasin bekerjasama Pengadilan Agama dan Kantor Kementrian Agama.

Peserta yang mengikuti isbat nikah bagi mereka yang selama ini hidup berumah tangga sudah nikah sah secara agama tapi administrasi negara belum tercatat.

“Melalui sidang isbat nikah, jadi warga akan memperoleh buku nikah, dan mendapat jaminan hukum dari negara,”kata Wabup Slamet.

Sehingga mereka yang berniat untuk menunaikan ibadah haji atau umroh terhalang karena belum lengkap dokumen kependudukan yakni dokumen kependudukan, buku nikah, akte kelahiran belum punya.

“Kami berinisiatif untuk membantu melayani warga dengan melaksanakan sidang isbat tersebut. Kedepan kami targetkan 5000 pasang isbat nikah,”jelasnya.

Wabup menyebut Pemkab tidak semata-mata melakukan bidang pembangunan infrastruktur saja juga program mental spiritual.

“Salah satu program pokok Banyuasin Religius diantaranya pembentukan satu desa satu rumah tahfidz, bantuan pondok pesantren, safari Ramadhan dan Jumat, berangkat umroh ke tanah suci serta isbat nikah,”paparnya.

Asisten 1 Pemprov Sumsel Akhmad Nadjib memberikan apresiasi kepada Pemkab Banyuasin yang melaksanakan Isbat Nikah terpadu. Ini penting untuk menyusun data kependudukan dan peningkatan kesejahteraan warganya lebih terarah.

Menurutnya isbat nikah untuk memenuhi Pasal 28 D Undang-undang 1945 dimana disebutkan bahwa warga memperoleh perlindungan dan kepastian hukum.

“Melalui program ini kami harapkan dapat mempermudah warga melakukan urusan formal kependudukan,”katanya. (Adm)