Beranda Ekobis Satgas P2KA-SDA Dinilai Solusi Perbaikan Tata Kelola Hutan

Satgas P2KA-SDA Dinilai Solusi Perbaikan Tata Kelola Hutan

138
0
BERBAGI

Makasar, garudapos.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus melakukan upaya-upaya dalam penanganan Perbaikan Tata Kelola Hutan dan Lahan, misalnya saja dengan langkah kongkrit membentuk Satuan Tugas Percepatan Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam (Satgas P2KA & SDA).

Bahkan, Satuan Tugas Percepatan Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam (Satgas P2KA & SDA) ini dinilai sejumlah pihak merupakan solusi untuk Perbaikan Tata Kelola Hutan dan Lahan di Indonesia khususnya di Bumi Serasan Sekate.

“Sudah saatnya penegakan hukum sektor Kehutanan dikembangkan satu desk bersama agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Gagasan ini telah sangat sejalan dengan inisiatif kabupaten Musi Banyuasin dalam semangatnya pembentukan Satuan Tugas Percepatan konflik agraria dan sumber daya alam (SATGAS P2KA & SDA) tahun 2016 sampai sekarang,” ujar Direktur WALHI Nasional, Nur Hidayati di sela kegiatan Forestival Temu Nasional Mitra Setapak, Akselerasi dan Atribusi untuk Perbaikan Tata Kelola Hutan dan Lahan Indonesia di Hotel Four Points Jalan Landak Baru Banta-Bantaeng Makassar, Rabu (22/11).

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin yang diwakili Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyebutkan, SATGAS ini dibentuk sebagai desk yang akan mengkoordinasikan pendataan dan penyelesaian konflik agraria Kabupaten MUBA.

“Disamping itu, Kabupaten MUBA memiliki banyak persoalan terhadap pemanfaatan sumber daya alam terutama di kawasan hutan adanya ketimpangan dalam perizinan di sektor kehutanan antara perusahaan dan masyarakat, tumpang tindih perkebunan kelapa sawit dengan kawasan hutan, serta adanya pemukiman tua (desa defenitif) dan kegiatan usaha masyarakat secara turun temurun berada di kawasan hutan  termasuk di kawasan konservasi Suaka Margasatwa,” ujarnya.

Lanjut Beni, Oleh karena itu, Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin ke depan akan fokus membedah dan mengikis konflik dan potensi konflik ini dalam bingkai Reforma Agraria (RA) kabupaten MUBA. Dimana program RA ini telah menjadi bagian dari program strategis dan dijabarkan dalam RPJMD kabupaten MUBA 2017 – 2022.

“Sudah saatnya, perbaikan tata kelola sektor hutan dan lahan ini guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pada akhir tanggapannya, Beni Hernedi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada mitra the Asia Foundation (TAF) atas dukungan dan peran aktifnya mendukung dan mengawal perbaikan tata kelola hutan dan lahan di kabupaten MUBA.

“Saya mengundang dan mengajak semua pihak termasuk mitra TAF untuk tetap berkarya dan berinovasi di kabupaten MUBA dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyelamatkan hutan sebagai warisan kita kepada generasi yang akan datang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here