Beranda POLHUKAM Satgas Karhutla Posko 06 Air Kumbang Gelar Patroli Terpadu

Satgas Karhutla Posko 06 Air Kumbang Gelar Patroli Terpadu

35
0
BERBAGI

BANYUASIN, GP – Saat ini musim kemarau masih melanda wilayah Kabupaten Banyuasin dan hal ini dkhawatirlan akan menimbulkan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) baik itu disengaja maupun yang tidak di sengaja.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas Karhutla Posko Terpadu 06 Air Kumbang melakukan Patroli terpadu di Desa Sidomulyo Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, Jum’at (08/11).

Pelaksana Patroli Terpadu tersebut yakni, Doli kristiawan (BPBD), Hedi Gumara (BPBD), Ahmad Riva’i Arif (BPBD), Bripka Hadi Hidayatullah (POLRI) , Serka Rulli Andeni (TNI), Supriyadi (MA), M. Diki Ramadani (MPA) dan Agus Junedi (DPA)

Dalam giat tersebut Satgas Karhutla Posko Terpadu 06 Air Kumbang memberikan srosialisasi tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan akibat Karhutla, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada Bpk. Mujiono dan Bpk Yusril Warga Desa Sidomulyo Jalur 20 Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin.

“Tim Satgas Karhutla Posko 06 Air Kumbang melakukan briefing sebelum berangkat ke lokasi patroli ke Desa Sidomulyo Jalur 20 Kecamatan Muara Padang. Kemudian Tim melakukan sosialisasi serta pemahaman tentang Karhutla dan pembukaan lahan dengan cara tidak dibakar,” kata Kapolsek Muara Padang Iptu Burnani, SH.

Menurut Iptu Burnani, tak lupa Tim pun memberikan alternatif bahwa membuka lahan pertanian tidak harus dibakar tapi bisa dilakukan dengan pengolahan lahan tanpa bakar ( PLTB ) dengan cara sisa dari ranting, daun, dapat dijadikan pupuk kompos yang bisa dipakai /digunakan untuk kebun sendiri.

“Sehingga dapat menghemat biaya pertanian. Bahkan sisa dari potongan kayu dapat digunakan untuk pembuatan cuka kayu dan briket arang sehingga dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri, dan bisa dijadikan mata pencarian warga untuk menambah penghasilan di dalam keluarga,” ujar dia.

Kondisi wilayah Desa Sidomulyo Jalur 20 jelas dia, sekarang memasuki musim kemarau dan setelah dilakukan uji remas serasa terlihat kadar air bahan bakar sudah mulai mengering dan ketinggian muka air sudah jauh drastis menurun dan banyak juga areal rawan tidak memiliki sumber air.

Warga Desa Sidomulyo Jalur 20 sangat mendukung pencegahan Karhutla. Dan mereka tahu bahwa dampak dari Karhutla dapat merugikan kesehatan serta dapat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. “Dan mereka memahami apa yang telah disampaikan oleh Tim. Kemudian mereka juga akan menyampaikan kembali pesan yang telah mereka terima dari Tim kepada tetangga, teman, dan sanak keluarga yang lainnya,” tandas dia. (Adm)