BANYUASIN, GP — Upaya Pemkab Banyuasin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, terus dicetuskan sejumlah program guna mewujudkan Banyuasin Sehat. Kali ini, program yang tengah dijalankan adalah dengan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BULD).

Kabag Ekonomi dan SDA Setda Banyuasin, Zazili Mustofa SE MSi menjelaskan, pembentukan BLUD ini sebagai upaya untuk memandirikan pengelolaan rumah sakit (RS) dan Puskesmas yang ada di wilayah Banyuasin. Mengingat hingga saat ini baru satu BLUD yang dibentuk, yakni RSUD Banyuasin.

“Dengan jumlah Puskesmas 31 unit, dan 2 Rumah Sakit Pratama, tentu ini menjadi tugas besar kita dalam pembentukan BLUD-nya. Setidaknya, hingga akhir tahun 2022 kita targetkan 50 persen, unit layanan kesehatan yang ada di Banyuasin ini, sudah berstatus BLUD,” jelas Zazili, dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (23/3) kemarin.

Tentunya, untuk membentuk BLUD Rumah Sakit dan Puskesmas tersebut, kata Zazili tidaklah gampang. Mengingat banyaknya syarat yang harus dipenuhi. Dan itu harus melewati penilaian dari Tim Penerapan PPK BLJD RS Pratama dan Puskesmas Kabupaten Banyuasin.

Rencana pembentukan BLUD RS Pratama dan Puskesmas itu, dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Asisten 2 Setda Banyuasin, Drs HM Yusuf, Senin (22/2) lalu di Ruang Rapat Sekda Banyuasin. Serta dihadiri Staf Ahli, Stafsus Bupati, Kepala Dinkes, Inspektorat, DPKAD, Direktur RS Sukajadi dan RS Makarti Jaya, serta seluruh Pimpinan Puskesmas se-Banyuasin.

“Kami menjadi inisiator, menindaklanjuti tugas dan fungsi di Bagian Perekonomian dan SDA Setda Banyuasin. Nantinya, jika sudah terbentuk BLUD, maka terkait SDM, laporan kinerja dan keuangan ada di Bagian Perekonomian dan SDA. Sementara, untuk pelayanan tetap ke Dinas Kesehatan. Dengan menjalankan koordinasi dan tupoksi bersama Dinkes Banyuasin,” terangnya. (Adm)