BANYUASIN, GP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin merekrut 140 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang merupakan putra putri Banyuasin untuk disebarkan ke pelosok desa di 21 kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin.

Bupati Banyuasin H Askolani, SH., MH berharap kehadiran PPL ini dapat meningkatkan hasil produksi pertanian Kabupaten Banyuasin, dari nomor 4 menjadi nomor 1 nasional.

Keinginan itu disampaikannya di sela-sela menyerahkan SK bersama Wakil Bupati H Slamet SH dan Sekda Banyuasin. Kegiatan yang berlangsung di pendopoan rumah dinas Bupati Banyuasin, Senin (19/10) kemarin dihadiri anggota DPR RI Komisi IV Renny Astuti.

Bupati minta penyuluh pertanian menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah, bangku kuliah ditambah lagi nanti ilmu dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Banyuasin atau dari lembaga-lembaga lainnya.

“Untuk Camat, saya minta tolong penyuluh pertanian jangan dibiarkan saja. Mereka harus diberikan pembinaan. Camat merupakan penanggung jawab wilayah kecamatan dalam semua sektor pemerintahan,” tegas Bupati.

Bupati memaparkan, tidak semua desa ada persawahan. Oleh sebab itu harus dikembangkan tanaman lain, seperti jagung dan sayur mayur. “Intinya penyuluh pertanian harus aktif berinovasi,” harap orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini.

Bupati Askolani menyebut bahwa Kabupaten Banyuasin mempunyai 21 kecamatan. Terdiri dari 288 desa dan 17 kelurahan. Sebelumnya baru terpenuhi penyuluh 168 orang. Artinya masih ada kurang 140 penyuluh.

“Kita sampaikan dengan gubernur masih kekurangan penyuluh 140 orang, mendapat tanggapan positif dari gubernur sehingga dilakukanlah rekrutmen PPL 2020 ini. Kita akan mendapatkan bantuan dari gubernur dalam hal insentif penyuluh 2021, sebelum mendapat bantuan akan kita berikan insentif mulai Oktober hingga Desember 2020,” terang Askolani.

Ia memiliki cita-cita dan harapan sangat besar dengan petani. Sekaligus bangga dengan petani di Banyuasin, yang tanpa kenal lelah dan gigih bekerja. Sehingga Banyuasin menyabet predikat nomor 4 nasional dari Kementerian Pertanian.

“Banyuasin satu-satunya kabupaten di luar Pulau Jawa yang sukses swasembada, Banyuasin bukan hanya nomor 1 di Sumatera Selatan tapi di Pulau Sumatera, Sulawesi Kalimantan. Kita punya data dan punya harapan yang sangat sangat menjanjikan, meyakinkan bagi kita untuk nomor 1 secara nasional,” sambung Askolani.

Askolani menyatakan, Kabupaten Banyuasin sangat mungkin menjadi nomor 1 nasional. Selain mempunyai luas lahan baku ditambah satu kali tanam dalam satu tahun sudah hampir 80 persen.“Bahkan sekarang 60 persen data yang masuk itu. Dua kali tanam dalam setahun sekali bisa 100 persen,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Banyuasin Arisalahari SH MH mengaku bersyukur, keluhan petani dan komponen masyarakat dalam hal kekurangan penyuluh sudah terjawab. Hal ini sesuai dengan penyataan Bupati Banyuasin, bahwa keberhasilan Kabupaten Banyuasin nomor 4 di Indonesia sebagai penghasil gabah adalah yang hebat petaninya.

“Saya terngiang terus ucapan Bupati, kehadiran PPL akan menambah hebat cita-cita Bupati dan petani. Kami juga mohon bantuan anggota DPR RI Komisi IV Renny Astuti mengatasi kelangkaan pupuk, tolong disampaikan dengan kementerian,” tegas dia.

Terkait pembekalan dan penyerahan SK PPL, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin Zainudin SP MSi menegaskan, rekrutmen penyuluh pertanian THL tahun 2020 didasarkan kepada dokumen pelaksanaan anggaran perubahan dinas pada kegiatan supervisi evaluasi dan penilaian kinerja penyuluhan pertanian.

“Rekrutmen penyuluh pertanian ini sangat penting, dikarenakan 308 desa dan kelurahan kita baru memiliki 168 penyuluh. Berarti ada 140 desa yang belum ada peendamping ataupun penyuluhnya itu merangkap, 1 orang penyuluh ada yang 2 desa ada 3 desa bahkan ada yang 4 desa,”tandas dia. (Adm)