PAGARALAM, GP –  Rarusan Hektar area lahan Persawahan Masyarakat di dusun Sekitar Tanjung Cermin Kecamatan Pagaralam Selatan kota Pagaralam kini mengalami kesulitan air guna untuk mengaliri seperti Sawah, Kolam ikan, Kolam Pemancingan dan lainya, yang menjadi andalan usaha, akibat adanya siring irigasi Yang patah sepanjang sekira 30 meter, hingga tidak lancarnya pasokan air irigasi di Ataran Tanjung Cermin sampai Talang Babat seperti saat ini.

Informasi yang didapat media ini, Ayik Ataran Tanjung Cermin ini yang mengaliri ratusan hektar aria persawahan dan kolam ikan warga sampai ke  talang babat. Warga masyarakat terpaksa harus melakukan gontong royong melakukan perbaikan agar kembali mendapatkan Air untuk mengaliri persawahan, Usaha Kolam Pemancingan, kebutuhan Rumah tangga dan lainya untuk mendapatkan air karena debit air berkurang. Bahkan lebih parahnya, terkadang tidak mengalir air akibat siring saluran irigasi mengalami Patah dan rusak.

Salah seorang Warga dusun Tanjung Cermin yang mengandalkan usahanya sebagai Pembibitan ikan juga kolam Pemancingan di tanjung cermin Rendi Anugrah yang sapaan akrabnya di Medsos, mengatakan, jika titik lokasi saluran irigasi ataran Tanjung Cermin sampai Talang Babat yang kerap terjadi kerusakan.”terangnya. 

Dimana setiap hujan turun, baik intensitas sedang apalagi tinggi, pasti saluran ini mengalami kerusakan ambruk dan mengalai Patah sepanjang sekira 30 meter, untuk mendapatkan aliran air kembali, Dia (Rendi Red) bersama warga melakukan gotong-royong bakan mengeluarkan kocek untuk  sumbangan dana melakukan perbaikan saluran irigasi.”kata Rendi.

“Seperti memakai bantalan karung dan berusaha membuat beronjong seadanya yang terbuat dari bambu Akan tetapi itu tidak tahan lama, karena setiap kali hujan pasti ada yang rusak lagi,” jelas Rendi, minggu (12/9/2021). Saat di hubungi media. 

Dikatakan dia, kerusakan saluran irigasi ini sebenarnya telah terjadi berulang kali dan sudah lama. Akan tetapi hingga kini belum ada perbaikan dan mintak perhatian dari pihak Dinas terkait melalui pemerintah kota Pagaralam. Mengingat Dampaknya hingga kini terus dirasakan warga masyarakat yang mengandalkan irigasi tersebut.”ujarnya.

Akibat Kondisi ini pasukan air sangat mengganggu dalam usaha pertanian maupun Pengairan untuk usaha kolam ikan, mengingat pentingnya kebutuhan air baik untuk keperluan sehari-hari, kolam ikan hingga pengairan area persawahan.

Kondisi saluran air ataran Tanjung Cermin tersebut sebenarnya telah beberapa kali dilaporkan warga kepada pihak Dinas atau melalui Musrinbang. Akan tetapi hingga kini belum ada respon dan tindakan nyata dari dinas dan Pemerintah kota Pagaralam. 

“Termasuk saat ini kami akan melaporkannya ke pak Walikota pagaralam. Semoga ada perhatian buat masyarakat,” jelas dia.
Warga pun sebenarnya telah memikirkan penanganan yang tepat dan berharab pada Dinas terkait, yakni dengan membuat saluran irigasi ini ditembok secara permanen dengan Cor beton.

“Solusinya satu yakni untuk ditembok permanen. Panjangnya ada sekitar 30 miter lebih saluran yang perlu diperbaiki, dan untuk mengaliri ratusan hektar area persahan dan usaha kolam ikan warga pengguna air.” Harapan dia.(Novi-Pa).