Bungamas,Kikim Timur GP – Kesan pertama berjumpa dengan Wajrin Waladin Solihan yang akrab disapa Ayil (27) saat awak media membeli roti bakar yang dijualnya,didepan masjid Al-Mubarok Desa Bungamas Kecamatan Kikim Timur,Kabupaten Lahat pada Kamis (10/6/2021) adalah ramah-tamah dan sopan.

Pemuda asli Bungamas ini,saat berbincang dengan awak media sambil membakar roti yang dijualnya,menceritakan ide awal untuk menjual roti ini,saat ia masih bekerja di negeri Jiran,Malaysia selaku Cleaning servis di Gedung Petronas,Kuala Lumpur selama 4 tahun.

“Hal ini sudah saya pikirkan saat saya masih bekerja di Malaysia,niat saya akan menjual roti bakar ketika sudah pulang ke Indonesia lagi”buka Ajil penuh ramah tamah.

Setelah paspornya habis,ia langsung pulang ke kampung halamannya yaitu Desa Bungamas di Kampung 40.

Dengan menanamkan niat serius,ia mulai belajar melalui internet dan bertanya dengan penjual roti bakar yang ada di Lahat.

“Saya pertama-tama rajin membuka tayang YouTube mengenai segala sesuatu mengenai roti bakar,dan juga saya rajin bertanya dengan para pedagang roti bakar yang berjualan di Lahat,”kata Ajil sambil terus membolak-balikkan roti bakarnya sampai matang.

Anak ke 3 dari enam bersaudara yang masih berstatus bujangan ini,sekarang sudah membuka tempat berjualan sendiri yaitu berupa gerobak tempat ia menjual rotinya.

“Alhamdulillah kak,sekarang salah satu usaha yang saya rintis dengan jerih payah saya sendiri,kini bisa berjalan kak.”ucapnya penuh syukur.

Ketika awak media bertanya mengenai bahan baku roti dan apa saja yang menjadi kendalanya dalam berjualan roti bakar,pemuda yang patut diberikan apresiasi ini menjelaskan dengan jujur,bahwa bahan baku roti bakar saat ini ia masih memesan langsung ke agen roti di Lahat.

Selanjutnya mengenai kendala berjualan saat ini,omsetnya sedikit menurun disaat pandemi seperti ini dan ketika hujan tiba pada malam hari,ia dibantu adiknya Rahma(15) harus kehujanan dan pindah ke seberang masjid menumpang diteras rumah orang.

“Kalau baru-baru jualan dulu,omsetnya bisa mencapai 50 porsi namun saat pandemi seperti ini,bisa laku 30an porsi roti bakar saja sudah lumayan kak,belum lagi kalau hujan,saya dan adik saya ini harus pindah numpang berjualan diteras rumah orang seberang ma.”pungkasnya.(B4R)