BANYUASIN, GP — Puluhan massa yang menamakan diri Ferderasi Rakyat Banyuasin (FRB) melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan dan Kantor Bupati Banyuasin. Senin (27/01).

Massa FRB tersebut mendesak agar Bupati segera mengevaluasi kepala Puskesmas Mariana sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, karena dianggap tidak mampu megimplementasikan program Bupati Banyuasin.

“Hari ini kami mewakili masyarakat, menyampaikan kekecewaan yang mendalam terhadap Kepala Puskesmas Mariana karena diduga sudah melakukan penolakan pasien dengan alasan tidak memiliki Kartu KIS, tentu hal ini bertentangan dengan Janji Bupati Banyuasin, bahwa berobat cukup pakai KK dan KTP,” ujar Ketua FRB Dimas yang juga selaku korak dalam orasinya.

Hasil investigasi dilapangan menemukan adanya dugaan penolakan pasien atas nama Bakti Wibowo warga jl. Cendana ll Mariana, yang pada saat datang ke Puskesmas mengalami peradangan tengorokan harus segera mendapat penanganan serius.”Parahnya lagi ketika pasien minta surat rujukan untuk rumah sakit terdekat tidak juga diberikan,” sesal dia.

“Setelah pihak keluarga minta dampingi media barulah pihak Puskemas menguluarkan surat rekomendasi,” Timbalnya lagi seraya menyebut bahwa sesuai amanat undang – undang seluruh rakyat indonesia memiliki hak yang sama terutama dalam pelayanan kesehatan.

Berikut poin pernyataan sikap FRB.

  1. Ganti kepala puskesmas Mariana
  2. Evaluasi Kinerja Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin karena dianggap tidak sejalan dengan program banyuasin bangkit adil dan sejahtera serta sudah terlalu lama
  3. Usut tuntas realisasi anggaran 2019 pada dinas kesehatan Banyuasin.

Ketaika aksi pada Dinas Kesehatan massa di jumpai Kasi Alkes Dinas Kesehatan Banyuasin Dailani, menuturkan apa yang menjadi keinginan pengunjuk rasa akan kami sampai ke pimpinan kerna saat ini kepala dinas sedang berada diluar.

“Tuntutan rekan semua akan dirapatkan bersama pimpinan dan memang saya ditugaskan menyambut kegiatan aksi ini,” ucap Dai.

Setibanya di kantor Bupati Banyuasin massa disambut Asisten I Kosarudin, dalam hal sebelumnya Bupati meminta maaf tidak bisa menyambut sedang menghadiri agenda kegiatan.

“Saya di perintahkan Bupati untuk menjumpai rekan – rekan, apa yang menjadi tuntutan akan kami pelajari terlebihdahulu pertama akan memanggil kepala Dinas Kesehatan, agar jelas duduk persoalanya,” kata Kosar

Terpantau sebagai bentuk solidaritas hadir Ketua DPD JPKP Banyuasin Indo Sapri. (Adm)