Beranda Ekobis PT Hanura Sawit Kencana Dianggap Telah Lecehkan Pemkab Banyuasin

PT Hanura Sawit Kencana Dianggap Telah Lecehkan Pemkab Banyuasin

262
0
BERBAGI

BANYUASIN, GP  — Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono perintahkan tim cek AMDAL dan HGU PT. Hanuraba Sawit Kencana (HSK) yang dianggap telah melecehkan Pemkab Banyuasin.

Keputusan Wabup yang sering di sapa pakde ini setelah mengelar rapat mediasi ganti rugi pohon kelapa warga manggaraya yang diduga mati akibat hama wawung (kumbang tanduk) diduga akibat pembusukan pembukaan lahan baru milik PT. HSK, diruang rapat wakil bupati setempat, Selasa (08/01).

Ini jelas pelecehan terhadap pemerintah Banyuasin, saya meminta tim gabungan dinas terkait segera dibentuk termasuk akan berkordinasi dengan DPRD dan Polres Banyuasin, untuk turun langsung melakukan pengecekan AMDAL dan HGU PT. HSK,” tegas pakde dengan lantang.

Persoalan ini sebenarnya kelar jika management PT. HSK tadi hadir, karena sudah ada angka yang disepakati, tapi apa mereka malah tidak hadir dengan memberi kabar melalui WhatsApp. Kalau mereka berhalangan hadir padahal sudah dua jam kita tunggu kehadiran mereka (PT. HSK – red).

“Kalau seperti ini bukan masalah nominal lagi yang kita bicarakan, tapi kesannya sudah melecehkan Pemeritahan Banyuasin,” ketus pakde dengan nada marah.

Kedepan sambung Pakde, Kantor perwakilan perusahaan harus ada di kabupaten tempat mereka beroperasi jangan seperti sekarang sulit menemui pihak management yang katanya ada di Kalimantan.

“Kalau seperti ini perusahaan tidak sejalan dengan visi misi Banyuasin bangkit adil dan sejahtera. tutupnya.

Sementara Kades Manggaraya mengatakan babwa akan sepenuhnya menyerahkan penyelesaan persoalan ini ke Pemkab Banyuasin. Menurut dia sudah cukup lama warga bersabar dengan menunggu realisasi ganti rugi. Yang sebelumnya di janjikan di ganti bibit.

“Awalnya pihak PT. HSK berjanji akan menganti bibit kelapa itu pas baru kejadian di tahun 2009 lalu, tetapi memang terkesan tidak ada etikat baik pihak perusahaan gonta ganti manager, seolah – olah manager baru tidak tahu menahu terkait janji management baru,” keluh Kades saat dibincangi usai mengikuti rapat mediasi.

Dikatakan dia bahwa Warga sebelumnya sepakat meminta ganti rugi 1,5 Milyar setelah berjalannya waktu perusahaan keberatan dengan nominal itu kesepakatan terakhir didapat angka 1 milyar, disayangkan management PT. HSK tidak hadir jelas sekali ini sangat – sangat merasa dilecehkan.

“Jauh – jauh dari Manggaraya, dan Pemkab Banyuasin dalam hal ini wakil Bupati yang memimpin rapat tadi terlihat sangat emosi atas ulah perusahaan PT. HSK,” tutur dia.

Pantauan media ini, hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Banyuasin, Tapem , DLH, Distanak, Camat Tanjung Lago, Kabag Ops Polres Banyuasin Beserta kasat Intel dan Puluhan Perwakilan warga Desa Manggaraya. (Adam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here