BANYUASIN, GP – Polemik terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Makarti Jaya akhirnys dapat diselesaikan secara Arif dan bijaksana setelah turunnya tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sabtu (20/3) lalu.

Tim dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Banyuasin Aminuddin SPd SIP MM memberikan pengarahan dan pembinaan langsung terhadap warga satuan pendidikan SMPN 1 Makarti Jaya terutama untuk menyelesaikan persoalan yang sempat viral di Facebook beberapa hari lalu.

“Kita berharap agar sekolah tetap terjaga kekompakannya dan keamanan serta kenyamanan warganya, agar proses pembelajaran tetap nyaman dan tidak terganggu,” tutur Aminuddin dikonfirmasi Harian Banyuasin.

Kejadian tersebut hanya kesalahpahaman saja, setelah dilakukan musyawah akhirnya selesai juga. “Sekarang sudah selesai karena sudah ada kesepahaman antara honorer dan kepala sekolah,” tegas Aminuddin.

Dia meminta Kepala Sekolah mengedepankan HK3 (Harmonisasi, Komunukasi, Koordinasi dan Konsultasi) begitu juga dengan para guru, sebab untuk harmonisnya suatu organisasi harus selalu dilakukan K3.

Sementara guru honor, Benny Carter mengucapkan terima kasih kepada tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin yang sudah memberikan semangat kepada semua warga sekolah.

“Terima kasih bapak kepala dinas pendidikan kabupaten Banyuasin dan seluruh teman dan kolega yang sudah mensupport dan yang telah mencerahkan hati kami dan menyelesaikan permasalahan antara saya dan ibu Kepala SMPN 1 Makarti Jaya,” tutur Benny.

Dia berharap mudah-mudahan tidak akan lagi terjadi kesalahpahaman antara atasan dan bawahan. Sehingga kedepan semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya.

Kepala SMPN 1 Makarti Jaya Darnawati SPd mengaku bahwa semuanya sudah diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin. “Persoalan tersebut sudah ditangani langsung oleh Disdikbud, dan semuanya sudah kelar,” tutur Darna.

Sementara Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuasin Nasutman Spd. MSi memberikan semangat kepada para guru agar selalu bersinergi dalam membangun pendidikan di Kabupaten Banyuasin.

Tentunya, tutur dia, antara guru dan kepala sekolah saling mendukung demi kemajuan satuan pendidikan dan ada keselarasan dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik anak bangsa.

Dia juga sangat mengapresiasi tim Disdikbud langsug diketuai oleh Kadisdikbud Aminuddin SPd SIP MM sangat bijaksana dalam menyelesaikan polemik antara honorer dan guru di SMPN 1 Makarti Jaya.

“Kita berharap agar kalangan guru tetap kompak dan bersemangat dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik anak bangsa demi kemajuan bersama,” pungkas Nasutman

Kabid Disdikbud Banyuasin Ali Mukhtar ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (22/03) terkait prihal tersebut membenarkan kalau permasalahan ini sudah selesai dan tidak ada permasalahan lagi antara yang bersangkutan dengan kepsek.

“Ini cuma keslapahaman antara guru dan kepesek, karena sebelumnya yang bersangkutan (Beni – red) honornya dari APBD senilai 1 juta , karena ada kebijakan baru honornya dari dana bos untuk guru honorer yang punya UNPK,” kata Ali Mukhrar.

Ali Mukhtar juga menjelaskan, untuk guru honorer yang dari dana bos guru tersebut harus mengajar 15 jam dan satu jamnya 50 ribu.” Karena yang bersangkutan tidak mencukupi 15 jam, jadi untuk tidak menghilangkan honornya 1 juta tersebut jadi kepsek mencarikan solusinya untuk Tambahan jam kerjanya,” jelas dia seraya mengatakan kalau masalah ini yang bersangkutan sudah mengklarifikasinya. (Adm)