BANYUASIN, GP — Terkait dengan penertiban Pasar Desa Perajin Kecamatan Banyuasin I, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin menggelar rapat Koordinasi masalah Pengelolaan Pasar Desa Perajin Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/06) Pukul 09.00 s.d 11.30 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin Erwin ibrahim, ST, MM. MBA, Kabid Tibumtram Umum Satpol PP Banyuasin Bustanil Aripin, S.Sos., M.Si, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Banyuasin Bunyamin, SE, Pol PP Muda Banyuasin
Fahmiludin, S.Sos dan Pol PP Pelaksana Banyuasin Junaidi.

Hadir juga Kabid Pengelolaan Pasar Banyuasin Sujak, S.Pd., MM, Camat Banyuasin I Lakoni Syafran, SH., M.Si, Kasi Trantib Kecamatan Banyuasin I Isnaidi, S.Ag, Kades Perajin Hapiz, Sekdes Perajin, Zakari, Ketua BPD Desa Perajin Hazauani, Ketua LPM Desa Perajin Nuryadi, Babinsa Mariana SL. Toni dan Anggota Linmas Desa Perajin.

Camat Banyuasin I Lakoni Syafran, SH., M.Si mengajak masyarakat untuk berpikir yang positif dan berpikir yang inovatif untuk melakukan kegiatan usaha yang bisa menguntung dari berbagai segi yang bisa di hasil kan dalam pendapatan Desa Perajin.

“Serta dalam bermacam macam bidang untuk menghasilkan uang dengan cara berbisnis dan bersaing secara sehat dalam mengangkat derajat perekonomian Desa Perajin,” ujar Camat Lakoni Syafran.

Kadis Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Erwin ibrahim, ST., MM. MBA berharap masyarakat bisa merasakan manfaat pasar desa perajin dalam jangka panjang, rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi baik bagi pedagang maupun pembeli di harapkan juga bisa di tingkatkan lagi.

Selanjutnya Kabid Tibumtram Bustanil Aripin, S.Sos, M.Si menyampaikan
sebelum di lakukan penertiban, pihak desa harus membuat papan pengumuman di lokasi yang akan di tertibkan. “Sebelum di laksanaknnya penertiban agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan bersama,” kata Bustanil sapaan akrabnya.

Terkait masalah di pasar Perajin Sekretaris Desa Perajin Zakaria mengatakan bahwa Pasar Desa Perajin belum bisa optimal dikarenakan kurangnya transportasi masyarakat menuju lokasi pasar. “Pedagang masi berjualan di luar lokasi pasar dan di pasar lama, masuknya penjual dari daerah lain yang masuk ke Desa Perajin berdagang di jalan atau di depan rumah warga bukan di pasar Desa Perajin,” kata dia.

Sementara ketua BPD Desa Perajin Hazuani menuturkan bahwa Penertiban pasar lama belum optimal.”Semoga bisa di tindak lanjuti agar penjual berjualan di Pasar Desa Perajin yang telah di sediakan pemerintah,” pungkas dia. (Adm).