BANYUASIN, GP — Tim Pembangunan Zona Integritas Lapas Kelas IIA Banyuasin menerima Penguatan Tusi dan Monitoring Persiapan Penilaian dan Evaluasi Tim Penilai Nasional (TPN) oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Kamis (09/09)

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 14.30 WIB bertempat di Aula Lapas Banyuasin. Dalam kegiatan ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan Dadi Mulyadi memberikan arahan bahwa pembangunan Zona Integritas harus diawali dengan komitmen pimpinan, dalam hal ini Kepala Lapas, lalu diteruskan kepada Kasi, Kasubsi, hingga staf.

“Untuk komitmen pimpinan Lapas Banyuasin ini saya menilai sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan lolosnya tim pembangunan Zona Integritas Lapas Banyuasin mampu melaju ke TPN,” ujar Dodi Mulyadi dalam arahannya pada kegiatan tersebut.

Dadi juga juga mengingatkan untuk terus mengoptimalkan tugas dan fungsi di masing – masing bagian, seperti bagian keamanan untuk menjaga lingkungan Lapas yang tetap kondusif, bagian pembinaan dalam hal memberikan keterampilan dan memenuhi hak – hak WBP seperti remisi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, lalu bagian dapur dalam hal pemenuhan makanan WBP dan lain – lain.

“Tugas pokok dan fungsi harus sesuai dengan Standar Pelayanan yang telah ditetapkan. Jadikan peristiwa di Lapas Kelas I Tangerang sebagai suatu pembelajaran untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban Lapas. Perkuat koordinasi dengan pihak – pihak terkait seperti Aparat Penegak Hukum dan instansi lain,” jelas dia.

Selain itu, Dodi Mulyadi juga menghimbau untuk terus membuat inovasi unggulan yang belum pernah dilakukan oleh UPT lain, namun memiliki manfaat untuk kemudahan pelayanan.

“Dari laporan Kalapas, aplikasi Simontir (Sistem Monitoring Titipan Barang) sudah cukup bagus, jadi pengunjung yang telah selesai melakukan titipan dapat mengecek apakah barang titipannya sudah sampai ke tujuan apa belum. Saya harap ini harus terus dijalankan dan lebih dikembangkan lagi,” harap dia.

Selain itu, Kepala Lapas Banyuasin Ronaldo Devinci Talesa dalam sambutannya mengatakan, saat ini jumlah SDM yang ada di Lapas Banyuasin berjumlah 87 orang, dengan jumlah penghuni sekarang sebanyak 1458. Meski demikian, pegawai yang ada tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Semua pegawai kita dorong untuk melakukan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, saat ini sedang kita kembangkan aplikasi Simontir yang telah kita jalankan beberapa minggu ini, jadi masih kita pantau lagi kekurangannya. Namun sejauh ini, telah berjalan dengan lancar,” pungkas dia. (Adm)