Beranda POLHUKAM Pembela Wartawan Pusat Minta Polisi Segera Tangkap Kades Menganiaya Yusi Hasan

Pembela Wartawan Pusat Minta Polisi Segera Tangkap Kades Menganiaya Yusi Hasan

621

Jakarta, GP – Terkait seorang wartawan yakni Yusi Hasan alias Ucen, mengalami cidera lantaran dianiaya oleh Kepala Desa Batu Raja Kol, Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu inisial SW. Atas peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (03/07) pukul 10.00 WIB.

Ketua bidang advokasi/pembelaan wartawan PWI pusat meminta polisi segera menangkap oknum kades yang diduga telah menganiaya wartawan. “Jangan biarkan kasus ini berlama lama. Ini pidana. Tangkap segera oknum kades ini,’ ujar Ocktap.

Ocktap yakin bahwa Kapolres Bengkulu Utara mampu melakukan hal itu. Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi Uu No 40 tahun 1999 tentang pers.

Ocktap juga meminta semua pihak seharusnya menghormati cara kerja wartawan dan wartawan juga mentaati kode etik wartawan. Jika memang merasa terganggu oleh oknum wartawan yg tidak benar dalam melakukan tugasnya bisa juga diadukan ke polisi jangan langsung melakukan pemganiayaan. Termasuk jika tdk puas dwngan suatu pemberitaan bisa memberikan hak jawabnya.

Ocktap menilai selain oknum kades sudah melanggar UU Pidana tentang penganiayaan dia jg menilai si kades telah menghalang halangi kerja wartawan.

Sebelumnya diceritakan oleh Yusi Hasan, hendak saat konfirmasi tentang pelaksanaan pembangunan fisik rabat beton yang dibangun menggunakan dana desa (DD) tahun anggran 2019, serta meluruskan informasi dari sejumlah pihak yang mengatakan bahwa ada kejanggalan, karena belum lama dibangun sudah banyak bagian yang rusak.

“Semua pertanyaan saya waktu itu dijawab oleh Pak Kades “No Comment”. Setelah alat perekam suara saya matikan, Pak Kades langsung menyerang saya, dengan memegang bagian leher serta mendorong saya hingga terjatuh, tas peralatan saya dirampas oleh Pak Kades sehingga tali tas tersebut putus,” tutur Yusi Hasan, dikutif dari journal.com, Jumat sore (3/7)

Akibat terjatuh itu kata Yusi Hasan, ia menderita keseleo pada bagian tangan dan ada beberapa luka lecet di bagian tubuh lainnya.“Saya sangat menyesalkan tindakan kades ini, akibat didorong oleh dia (Kades, red), tangan saya keseleo dan mengalami luka lecet di beberapa bagian,” terang Ucen.

Merasa tidak terima atas perbuatan Kades terhadap dirinya, pada pukul 12.00 WIB Yusi Hasan melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut kepada pihak Kepolisian setempat, dalam hal ini Polsek Kerkap, Polres Bengkulu Utara, Polda Bengkulu.

Laporan Yusi Hasan itu langsung diterima oleh pihak kepolisian sektor (Polsek) Kerkap, Polres Bengkulu Utara, dengan bukti surat laporan Nomor : DUMAS/12/VII/2020/RESKRIM, tentang pengaduan tindak pidana penganiayaan.

Kapolres Bengkulu Utara, Polda Bengkulu AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jery Antonius Nainggolam, S.IK membenarkan tentang telah diterimanya pengaduan atas tindak pidana penganiayaan tersebut. “Iya, laporan sudah kami terima, dan akan ditindak lanjuti. Kita akan panggil dulu pihak terlapor,” kata Kasat. (Red)