Beranda POLHUKAM Melalui Sambang, Bhabinkamtibmas Polsek Mariana Berikan Himbauan Karhutla

Melalui Sambang, Bhabinkamtibmas Polsek Mariana Berikan Himbauan Karhutla

64
0
BERBAGI

BANYUASIN, GP – Bhabinkamtibmas Polsek Mariana Bripka Hendara Gunawan melaksanakan giat sambang di komplek Sungai Gerong Pertamina, Desa Sungai Gerong Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, Sabtu (13/07) pukul 11.00 WIB.

Dalam giat tersebut Bripka Hendra Gunawan memberikan himbauan tentang KARHUTLA serta menyampaikan himbauan agar tetap sama – sama untuk menjaga kamtibmas dan menjalin kembali persatuan dan kesatuan yang damai,aman dan kondusif.

“Musim Kemarau yang terjadi saat ini bisa saja munculnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi baik disengaja maupun tidak di wilayah Mariana dan sekitarnya,” kata Bripka Hendra Gunawan dalam himbauannya.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan Kapolsek Mariana AKP Agus Irwantoro, SH melalui Bhabinkamtibmas di masing-masing Desa memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Himbauan Karhutla kepada warga agar tidak melakukan pembakaran Hutan dan Lahan yang dapat mengakibatkan kebakaran lahan secara luas,” ungkap Brigadir Hendra Gunawan dihadapan masyarakat binannya.

Brigadir Hendra Gunawan juga menyampaikan dan memberikan lembaran Maklumat Kapolda Sumsel tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan, hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui resiko dan ancaman pidana membakar hutan dan lahan.

“Karena berdasarkan Maklumat Kapolda Sumsel, mengatakan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan berdasarkan Undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Kehutanan pasal 50 huruf d, yakni “setiap orang dilarang membakar hutan, menebang pohon,” terang dia.

Sementara Kapolsek Mariana AKP Agus Irwantoro mengatakan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Kehutanan pasal 50 huruf d, yakni “setiap orang dilarang membakar hutan, menebang pohon”
Bila dengan sengaja membakar hutan diancam pidana penjara 15 tahun dan denda Rp.5 milyar (Pasal 78 ayat 3) Karena kelalaiannya membakar hutan diancam pidana penjara 5 tahun dan denda Rp.1,5 milyar

(Pasal 78 ayat 4) Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 108 “melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, diancam pidana penjara paling singkat 3 tahun, dan paling lama 10 tahun beserta denda paling sedikit Rp.3 milyar dan paling banyak Rp.10 milyar”

Undang-undang Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan pasal 108, “setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud pasal 56 ayat (1) dipidana dengan pidanan penjara lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.10 milyar. KUHP pasal 187 “dengan sengaja melakukan pembakaran, diancam pidana penjara 12 tahun.

“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mengerti tentang dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan serta masyarakat dihimbau agar pada saat akan membuka lahan tidak dengan cara dibakar,” terang AKP Agus Irwantoro. (Adm)