BANYUASIN, GP –Patut diapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Pasalnya, Desa yang dipimpin oleh Kades Samsul Bahri Ini mengalokasikan anggaran Dana Desanya hingga ratusan juta rupiah untuk membantu warganya yang belum memiliki rumah layak huni.

Dana Desa (DD) pada tahap II Tahun Anggaran 2021 tersebut kabarnya akan direalisasikan untuk program pembangunan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit rumah yang ada di desanya dan 1 unit rumah ukuran 4 M x 6 M dengan pagu Anggaran Rp. 17.500.000,00/ unit rumah.

Tidak ingin berlama-lama, dimana pada hari ini, Jum’at (10/09) Pemdes Tanjung Laut yang didampingi langsung Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa Kecamatan Suak Tapeh Febri Wansyah, ST melaksanakan titik nol pembangunan rumah tidak layak huni tersebut.

Kades Tanjung Laut Samsul Bahri yang akrab disapa Sulba ini mengatakan, 10 orang warga yang dimasukkan sebagai penerima bantuan pembangunan rumah baru dari anggaran Dana Desa tersebut memang dinilai layak, karena benar-benar belum memiliki rumah layak huni.

Menurut Sulba, jika mau dihitung sebenarnya mungkin masih ada warganya yang berhak menerima bantuan pembangunan rumah tersebut. Tapi mengingat keterbatasan anggaran yang ada, jadi untuk tahun 2021 pada tahap II ini pihaknya hanya menganggarkan 10 rumah.

“Sisanya, mungkin akan dianggarkan di tahun anggaran 2022, atau akan diusulkan untuk mendapat bantuan Pembangunan Rumah dari program pemerintah pusat melalui Dinas Perkimtan Kabupaten Banyuasin,” ujar Kades Sulba.

Dia juga menjelaskan, satu unit rumah dianggarkan senilai Rp 17.500.000,00, tapi tidak disalurkan dalam bentuk uang. Nominal tersebut akan disalurkan dalam bentuk material bangunan. “Untuk tahap II ini kita akan bangun 10 rumah dan kita tidak mau lagi ada warga kita yang tinggal di rumah tidak layak huni,” harap dia.

Selain merealisasikan DD tahun 2021 untuk membangun rumah warga yang tak layak huni, Pemdes Tanjung Laut juga merealisasikan Dana Desanya untuk membantu warga kurang mampu melalui BLT DD. Data terhimpun, di tahun 2021 terdapat 197 warga setempat terdaftar sebagai KPM BLT DD.

“Kita juga menggunakan Dana Desa untuk BLT dan setiap KPM langsung mendapat uang tunai dimana masing- masing KPM menerima Rp 300.000,00/ bulan dengan harapan dapat menunjang perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19,” pungkas dia.

Sementara Febri Wansyah, ST, selaku Korcam Pendamping Desa Kecamatan Suak Tapeh mengatakan bahwa hari ini dirinya melakukan pendampingan dan sekaligus mengecek langsung titik nol pembangunan bedah rumah tidak layak huni di Desa Tanjung Laut yang bersumber dari Dana Desa tahap II Tahun anggaran 2021.

“Program ini untuk Dana Desa tahap II ini terlebih dahulu ditujukan untuk 10 rumah tidak layak huni. Kegiatan ini akan dilakukan untuk tahun-tahun berikutnya. Bantuan pemdes lebih banyak dalam bentuk material bahan bangunan, sedangkan untuk tenaga pembangunan rumah dilakukan oleh masyarakat,” kata Febri.

Febri berujar bahwa Dana dari Pusat ini merupakan stimulan agar masyarakat bisa memperbaiki rumahnya. Memang diakuinya, dana Rp 17. 500.000,00 tidak bisa membangun rumah dalam kondisi bagus, sehingga diperlukan swadaya.
“Kami targetkan selama di bulan September ini seluruhnya sudah selesai,” ucap dia. (Adm).