BANYUASIN, GP — M. Nasir salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin dari Fraksi Golkar ini adalah pria kelahiran Palembang 26 Desember 1979.Yang mana Palembang ini adalah Provinsi Sumatera Selatan yang terkenal dengan kerjaan Sriwijaya.

M. Naser mengenyam pendidikan di SDN Kikim Kabupaten Lahat dan tamat tahun 1992. Kemudian melanjutkan ke SMPN Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Tamat tahun 1995. Kemudian melanjutkan ke SMA Muhammadiyah I Palembang Tamat tahun 1998.

Kemudian kuliah di Universitas Sriwijaya Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Tamat tahun 2004. Kemudian melanjutkan Pasca Sarjana S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Moestopo Beraga Jakarta namun tidak selesai.

Menurut M. Naser orang Bijak berkata Hasil tidak akan mengkhianati usaha adalah salah satu contoh ungkapan dalam Bahasa Indonesia. Ungkapan ini dikembangkan dengan pola akibat dan sebab. Secara sederhana, ungkapan ini bermakna bahwa jika kita melakukan sesuatu dengan serius atau berupaya dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mencapai hasil yang gemilang. Dengan dasar inilah memperkuat narasi beografi M. Nasir Anggota Dewan Kabupaten Banyuasin yang berlatar belakang aktivis hingga menjadi politikus

M. Nasir dikenal aktif berorganisasi semasa di perguruan tinggi. Organisasi pertaman dirinya bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada tahun 2000 dengan sebutan kader satu (basic training), tidak cukup disitu M. Nasir lalu berkiprah di organisasi kemahasiswaan daerah yakni Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) 2002, pada saat itu Kabupaten Banyuasin Masih tergabung dengan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Tidak lama kemudian di tahun yang sama 2002. Ia terpilih menjadi ketua umum IMMUBA. Disinilah M.Nasir mematangkan cara berorganisasi, menyampaikan aspirasi, berkordinasi, bersilaturahmi dan lain sebagainya. Disanalah bagaimana dirinya memposisikan sebagai seorang pemimpin, bagaimana cara merekrut dan mengajak tupoksi yang lain untuk memperjuangkan aspirasi.

Pada tahun 2001 Alex Noordin tepilih Sebagai Bupati Muba, nah pada tahun 2002-2003, M. Nasir sudah mulai mengkritik kebijkan Bupati salah satu program yang di kritik macusuar didalamnya ada pembagunan landasan kapal terbang, Kolam Renang, Pacuan Kuda dan kritik tersebut menjadi pembahasan di media sebab pada saat itu acara sedemikian rupa dalam bentuk diskusi publik mendatangkan pembicara yang kompeten dengan masalah itu.

Bertentangan dengan kebijakan orang nomor satu di Muba tidak menyurutkan semangat nya dalam menyampaikan aspirasi. Berkat perjuangannya bersama rekan rekan sesama mahasiswa, lebih kirang 200 mahasiswa dengan sayarat IPK 3.0 mendapat beasiswa 4 juta perorang plus pasilitas kantor (sekretariat).

Selain itu M. Nasir, Dikenal aktif di organisasi Kepemudaan Wirakarya (OKP dibawah golkar) dan ormas di Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) untuk tingkat kabupaten Depicap, M. Nasir menjabat sekretaris di Kabupaten Muba sedangkan ketua Ahmad Nasuhi (Ustad Nasuhi).

Pada tahun 2005, dirinya bersama ketua Depicap mengadakan diklat kader bangsa (bikpol kader bangsa) tingkat pertama dan pertama di Sumsel. dengan jumlah peserta lebih kurang 200 orang lebih selama 3 hari.

M. Naser menegaskan Insya Allah jika Allah Ridho kepada hamba Nya yang lemah ini untuk terciptanya Tata Kelola APBD dan Kebijakan Investasi dalam Pembangunan Kota Palembang yang Merata dengan Azaz Berkeadilan, Efektif, Efisien, Ekonomis, Transparan dan Akuntabel. (Adm)