PALI, GP – Proyek pembangunan jembatan di wilayah Beracung Kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang bersumber dari APBD provinsi sumatera selatan tahun anggaran 2021 tuai masalah. Pasalnya, perencanaan pembangunan jembatan sementara rupanya mengorbankan tanggul penahan yang dibangun dari APBD kabupaten PALI tahun 2017 lalu dipecahkan oleh pihak pelaksana.

Tentu saja akibat permasalahan ini membuat, komisi II DPRD PALI langsung turun ke lokasi untuk meninjau secara langsung kondisi di lapangan. Selasa (27/7/21).

“Sangat disayangkan hal ini terjadi. Pelaksana tidak serta merta merusak aset yang ada. Harusnya koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas PU PALI. Saya sudah tanyakan kepada perwakilan pelaksana bahwa mereka belum koordinasi dengan PU kabupaten padahal pembangunan tanggul penahan itu dari APBD PALI,” ungkap Saipul Hamid didampingi Afias, anggota komisi II DPRD PALI yang turun ke lokasi.

Saipul Hamid menyatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil pihak pelaksana untuk meminta penjelasan terkait pengrusakan tanggul penahan.

“Diketahui pelaksana pembuatan jembatan Beracung Golf ini adalah PT Ratri Sempana dengan pagu anggaran sebesar Rp 5 milyar lebih. Kami akan panggil pihak pelaksana dan meminta tanggul penahan itu untuk dikembalikan sedia kala agar bisa menahan air saat debit air sungai naik,” tandas anggota dewan dari Partai Perindo itu.

Sementara itu, Reza Hernandes konsultan pengawas pekerjaan jembatan itu menyatakan bahwa pembongkaran tanggul penahan sifatnya hanya sementara untuk keperluan pembuatan jembatan sementara karena tanggul penahan terlalu tinggi.

Hanya saja diakui Reza bahwa memang dirinya belum berkoordinasi dengan pihak PU PALI. “Kalau saya sendiri belum mengetahui adanya komunikasi antara pihak perusahaan dengan PU PALI. Tapi akan segera saya tanyakan supaya tidak menimbulkan masalah. Untuk tanggul penahan akan kita kembalikan ke kondisi semula apabila pekerjaan ini selesai,” kata Reza. (all)