Beranda POLHUKAM Kajari Pagaralam Didesak Usut Proyek

Kajari Pagaralam Didesak Usut Proyek

Kajari Didesak Usut Proyek Bagian Umum Tahun Anggaran 2018

46
0
BERBAGI

PAGARALAM, GP РKetua LSM Indonesi a Publik Serpce Whot (IPSW) Helmi Jeger meminta kepada Kajari Pagaralam, untuk ungkap Dugaan Kasus Di Bagian Umum Anggaran tahun 2018 lalu Terkait pekerjaan Tiga Paket Di lingkup, Rumah Dinas Walikota paket  Pengecatan Rumah Dinas,  Grasi Motor, dan Grasi mobil Rumah Dinas Wakil Walikota Dan pemasangan Canopy, menelan Dana Rp 600.000.000 ( enam Ratus juta) senin (11/6/2019).

Selain itu, kajari diminta untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek Pemasangan Air Bersih PAM di Kecamatan Dempo Tengah senilai Rp 9 Miliar tahun anggaran 2018 Besar kemungkinan, terjadi penyelewengan anggaran dalam proyek tersebut.

“Kami minta supaya Terkait pekerjaan tiga Paket pekerjaan pengecatan, Grasi Motor dan Grasi mobil Di Rumdin Wako dan Wawako di lingkup rumah Dinas Walikota Pagaralam terdapat Tiga Paket dengan Nilai mencapai Rp 600 juta lebih Tampa melalui lelang melainkan dilakukan penujukan langsung,  dan terjadi Lain yang mengerjakan lain juga yang menageh pekerjaan tersebut, bisa dibilang dobel kontrak,  informasi yang dihimpunya.”terang Helmi Pada Media Garuda Pos. Com. 

Dikarnakan Di pecah menjadi tiga packet padahal dalam satu lokasi yang sama segera diusut tuntas, termasuk pekerjaan PAM Di kecamatan Dempo Tengah Kota pagaralam dengan Dana APBN tahun anggaran 2018 Rp 9 Miliar. Helmi berharap Dugaan Kurupsi tersebut bisa Di ungkap tuntas Oleh penegak hukum mengungkap dan melihat permasalahan,” katanya.

Jika Aparat Hukum dalam hal ini Kajari Kota Pagaralam,  tidak melakukan pengusutan, Helmi berencana akan melapor langsung ke Kejati Sumsel.

Proyek tersebut harus diusut karena Pemkot Pagaralam sudah melakukan pembayaran sesuai dengan kontrak.

“Kami juga meminta Kepada Mantan Kepala Bagian Umum Dedi F agar dapat memberikan penjelasan yang sebenarnya kenapa kok bisa terjadi lain yang mengerjakan lain juga yang menageh pekerjaan tersebut, kuat dugaan paket tersebut Fiktip karna terjadi Dobel kontrak, siapa sebenernya yang mengerjakan,  karna terdapat dua perusahaan yang mengerjakan paket tersebut,” katanya.

Proyek yang telah menelan Rp 600 jutaan lebih dari APBD tahun 2018 tersebut, mulai dikerjakan sekitar bulan Agustus tahun 2018 lalu sudah selesai dikerjakan. Namun hingga saat masih belum rampung pembayaranya pada salah seorang kontraktor yang berinisial Mus.” pungkasnya (Faisa/Nov)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here