BANYUASIN, GP — Berdasarkan Laporan dari warga Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Aidit kepada Kades Taja Mulya Supandi bahwa telah kelihangan mesin pompa air dikebun karet miliknya. Hal tersebut dikatakan Kapolsek Betung AKP Yuliko Saputra, SH melalui pesan whatsApp, Senin (22/02).

Menurutnya yang mana TKP dari Pompa Air tersebut berada di jalan kebun karet Menuju kebun yang diketahui olehnya ada Pondok Berukuran Seluas 2 X 4 M yang bukan miliknya. “Dari laporan Aidit tersebut kepada Kades yang telah juga mendapat laporan dari masyarakat bahwa Pondok tersebut merupakan tempat dari masyarakat / warga desa untuk melakukan acara musik yang keras hingga terdengar sampai keluar dari dalam kebun.

Atas Laporan tersebut kades melaporkan kepada TRIPIKA Kecamatan Betung untuk melakukan pembongkaran Pondok tersebut.Pada pukul. 15.00 WIB unsur TRIPIKA Kecamatan Betung yakni Camat, Kapolsek dan Danramil berkumpul ditempat Kades Taja Mulya yang kemudian menuju TKP Pondok yang dimaksud

Unsur TRIPIKA dalam perjalanan menuju ke Pondok hingga sampai di TKP Pondok tersebut telah ditinggalkan oleh para pelaku sehingga didapati di TKP barang berupa Pondok kayu ukuran 2 X 4 M, 5 Botol Bong, Kotak Timbangan CHQ, Keramik ukuran 20 X 40 Cm, buku catatan, 3 buah HP, 1Tas Pinggang warna hitam dan 1 Tas warna Coklat

Juga ditemukan 2 Topi, 1 Dompet warna merah, 1 Dompet emas warna Coklat,1 Mangkok Plastik, 27 Korek Gas, 1 Speaker Merk Dazumba, 2 Sekop Plastik Buatan, 1 Cas Hp, 2 Plastik berisi banyak Plastik Klip kecil, 1 Gunting dan 1 Gunting Kuku.”Atas permintaan dari pemilik lahan yakni Aidit Kepada TRIPIKA bahwa Pondok tersebut untuk dibongkar dan pondok tersebut bukan miliknya melainkan milik warga Desa Taja Mulya an. Zul Askap,” katanya.

“Pondok tersebut dilakukan pembongkaran dan pembakaran dan warga yang diduga pemilik Pondok tersebut an. Zul Askap merasa tidak senang kepada Kades Taja Mulya atas dilakukan penggerebekan dan pembongkaran Pondok tersebut,” tandasnya. (Adm)