Palembang, GP – Sudah semestinya daya kritis mahasiswa lahir dari hasil perasan ilmu yang di dapatkan dari proses belajar bertahun-tahun dikampus, sehingga hasil akhir nanti yang didapatkan bukan sekedar Ijazah 1 lembar yang dibawa pulang sebagai bukti kita menempuh pendidikan. Namun, yang sebenarnya adalah lebih jauh dari sekedar hal itu Yaitu Rasa Kepedulian dan mampu memecahkan segala persoalan yang sedang dihadapi.

Hal ini sangat sejalan dengan apa yang sedang dilakukan dan di perjuangkan oleh teman-teman mahasiswa di kampus Universitas PGRI Palembang. U”menyuarakan pengurangan biaya UKT bagi seluruh mahasiswa nya yang dirasa sangat wajar dan sudah semestinya pihak kampus memberikan keringanan pembayarannya mengingat kondisi yang saat ini akibat Pandemi Covid-19 yang ini berdampak sekali bagi ekonomi masyarakat teruma orang tua dari mahasiswa-mahasiswa” ujar Rusman

Sambungnya,  tetapi suara mahasiswa yang diperjuangkan masih ada saja adanya penyambutan yang membuat kita merasa resah atas tindakan pemukulan oleh pihak keamanan kampus terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan suara keresahannya. Tentu tindakan ini membuat kita resah atas di bungkamnya suara-suara hati mahasiswa di kampus.

“Maka sikap Hmpi Sumsel sangat mengecam keras tindakan pemukulan tersebut dan mendorong semua harus segera usut tuntas terhadap oknum yang sudah melakukan tindakan premanisme terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan Aspirasinya”. Ungkap Ketua HMPI SUMSEL¬†Rusman Ariyanto, SE. (Red)