BANYUASIN, GP — Penurunan harga gabah kering di wilayah Kabupaten Banyuasin menuai kritikan dari berbagai pihak. Salah satu kritikan tersebut datang dari Emi Sumirta, SE., M.Si., selaku anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi permasalahan yang di alami petani di lapangan seperti biaya produksi tinggi yang di akibatkan kurangnya alat dan mesin pertanian (alsintan) atau tekonologi pertanian yang didaya gunakan oleh petani, terbatasnya pupuk bersubsidi, monopoli pasar, dan political will dari pemerintah yang belum ada solusi.

“Penurunan harga gabah tersebut juga dipengaruhi oleh adanya wacana Kebijakan pemerintah untuk impor kontradiktif dengan realitas di lapangan petani sedang panen . Selain itu, adanya penilaian masyarakat terhadap masih kurang dirasakan oleh para petani terhadap peran serta Badan Urusan Logistik (Bulog)“ungkap Emi, Sabtu (06/03).

Kata Emi, bahwa dirinya selaku wakil rakyat tentunya tidak akan menutup mata apa yang dilakukan pemerintah tapi semua masih di hulu belum sampai di hilir. Misalnya sarana infrastruktur pertanian walaupun belum maksimal, bantuan lumbung, resi gudang, Alsintan bahkan terakhir serasi.

“Seharusnya pemerintah mengacu pada Permendag No. 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menaikkan harga gabah atau beras sekitar 13%-14% dari acuan sebelumnya. selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga punya Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2017 tentang perlindungan petani dan nelayan,” imbuh dia.

Emi menuturkan bahwa apabila kedua peraturan tersebut di jadikan landasan oleh pemerintah maka kemungkinan besar keanjlokan harga gabah di Indonesia khususnya di Kabupaten Banyuasin tidak akan terjadi seperti panen kali ini sehingga para petani tidak akan mengalami kerugian yang begitu signifikan.

Untuk diketahui lanjut Emi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020, tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah Untuk Gabah atau Beras disebutkan bahwa harga penetapan pemerintah (HPP) gabah ditetapkan dengan ketentuan bahwa harga pembelian gabah kering panen (HKP) dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25 persen, dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 10 persen, sebesar Rp 4.200 per kilogram di petani atau Rp 4.250 per kilogram di penggilingan.

“Sementara, harga pembelian gabah kering giling dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14 persen, dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 3 persen, sebesar Rp 5.250 per kilogram di penggilingan, atau Rp 5.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.”jelas dia menegaskan.

Emi juga menyampaikan harapannya semoga pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi anjloknya harga gabah ini terutama yang terjadi di kalangan petani padi di Banyuasin. Dan juga diharapkannya agar kiranya Bulog Sumsel mau turun langsung untuk membeli gabah dari petani.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Zainuddin, SP.,M.Si saat di konfermasi melalui via whatsApp pribadinya membenarkan harga jual gabah petani kita menurun sehingga pendapatan petani juga mengalami penurunan.

“Saya sependapat bahwa harga jual gabah petani bisa tinggi atau minimal sesuai HPP apabila memenuhi faktor faktor yang antara lain gabah yang dijual petani kualitasnya tinggi, tersedianya sistim pasar yang menjamin kesetabilan harga, akses transportasi lancar, dan tersedianya fasilitas yang cukup untuk industrialisasi pengolahan gabah menjadi beras, atau produk turunannya,” ungkap Zainuddin.

Dikatakan Zainuddin, hal yang masih menjadi beban bagi kita semua bahwa di satu sisi pemerintah telah berusaha meningkatkan produksi gabah petani dengan berbagai upaya: perbaikan infrastruktur lahan sawah, subsidi sarana produksi pupuk, benih, pestisida hingga alsintan. Produksi gabah mulai meningkat.

“Betul, ini baru kegiatan di sektor hulu dari pembangunan ekonomi di bidang pertanian. Namun, disisi lain, pada hilirnya pemerintah bukan tidak berbuat, tapi yang disediakan itu belum memadai untuk menjadi jaminan harga jual gabah selalu tinggi”tambahnya seraya menyebutkan bahwa Kesemuanya itu harus kita perbuat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing masing sektor secara bersamaan. (Adm)