Beranda Legislatif Emi Sumirta Menyesalkan Kurang Tertatanya Data Kasus Covid – 19

Emi Sumirta Menyesalkan Kurang Tertatanya Data Kasus Covid – 19

41

BANYUASIN, GP — Sampai saat ini wabah Covid-19 masih belum kunjung usai. Di beberapa daerah malah ada penambahan kasus, walau di sebagian yang lain mulai ada penurunan bahkan sama sekali zero kasus baru dan bahkan kini Banyuasin dinyatakan zona merah.

Keseriusan dalam penanganan dan ketaatan sesuai protokoler kesehatan dari semua pihak sangat diperlukan dalam upaya mengakhiri wabah penyakit global ini. Termasuk pula kesungguhan dari Gugus Tugas Covid-19 sendiri terkait pendataan dan sebagainya. Sebab, dalam hal ini, akurasi data adalah salah satu kunci menuju tahap penanganan dan seterusnya.

Membahas seputar akurasi data, anggota DPRD Fraksi PKB Kabupaten Banyuasin, Emi Sumirta, menyesalkan kurang tertatanya data kasus Covid-19 di daerahnya. Hal ini ia sampaikan setelah mengetahui perbedaan data antara Info Covid-19 di laman resmi Gugus Depan Covid-19 Kabupaten Banyuasin dengan keterangan di laman Staf Khusus (Stafsus) Bupati Banyuasin, Syaifuddin Zuhri.

Per-hari Kamis (14/05) dalam laman resmi Gugus Depan Covid-19 Banyuasin, antara lain tertera: positif Covid-19 meninggal dunia 1 orang. Sedangkan pada hari yang sama, dalam akun Stafsus Bupati Banyuasin dijelaskan (adanya tambahan) pasien Covid-19 yang meninggal dunia, yakni almarhum AY warga Desa Upang, Kecamatan Air Salek Kabupaten. Banyuasin.

Oeh karenanya, hari ini (Jumat, 15/05) sebanyak 15 orang warga Desa Upang, Kecamatan Air Salek direncanakan akan menjalani ‘swab test’ dari petugas Puskesmas Srikaton. Disebutkan pula, ke-15 orang tersebut dari hasil ‘tracing’ terjadi kontak erat dengan pasien Covid-19 berinisial AY yang meninggal dunia pada Rabu (6/05) lalu.

“Menurut saya Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuasin kurang serius melaksanakan tugasnya. Kami harap, dalam hal ini Bapak Bupati selaku Ketua Gugus Tugas segera melakukan evaluasi terhadap bawahannya. Sebab jika dibiarkan akan beresiko terhadap masyarakat dan sangat berbahaya. Marilah satukan visi misi, jangan hanya teori. Ini menyangkut nyawa,” ujar Emi Sumirta dengan tegas.

Di sisi lain, Emi mempertanyakan, kenapa di Info Covid-19 belum di-update, sementara stafsus sudah bisa memberikan keterangan terperinci di status akunnya. Hal ini, tegasnya, akan menimbulkan kerancuan informasi di tengah masyarakat. Lantas, kata dia, data stafsus diperoleh dari siapa serta apa tugas dan kapasitas stafsus dalam Gugus Tugas Covid-19.

“Kalau data itu diperoleh dari petugas medis, kenapa lebih dulu stafsus ketimbang Gugus Tugas Covid-19 yang meng-update? Dan, kenapa ketika masyarakat biasa dilarang meng-update informasi tentang data Covid-19 dengan alasan menunggu pernyataan resmi Gugus Tugas, sedangkan stafsus bisa. Bahkan tidak ada rilis dari Gugus Tugas sudah mendahului pernyataan Gugus Tugas. Lantas, Informasi dari siapa yang harus kami percaya, Gugus Tugas atau stafsus?”tanya Emi.

“Kami harap, sebagai anggota DPRD, agar menyampaikan secara terbuka kepada Pimpinan DPRD untuk segera mengambil tindakan dalam menyikapi Covid-19 ini. Kita bantu dan dukung upaya Pemerintah Banyuasin dalam melaksanakan tugasnya untuk pencegahan Covid 19 ini.” lanjut Emi.

Emi Sumirta juga berharap keterbukaan dan keseriusan dari semua pihak, terutama dari pihak Gugus Tugas Covid-19, khususnya di Kabupaten Banyasin. Sebab menurutnya akurasi data adalah hal yang sangat penting untuk langkah-langkah berikutnya, baik untuk penanganan, pencehagan, dan sebagainya.

“Saya yakin tidak sepenuhnya bupati tahu kondisi di lapangan. Karena keterbatasan beliau itu jika salah yang memberikan informasi akan sangat berbahaya dengan kondisi Banyuasin ini sendiri. Semakin hari semakin meningkat, dan semua 80% hasil tranmisi lokal,” ujar dia.

Selain berharap keseriusan petugas soal akurasi data serta mempertanyakan kapasitas stafsus dalam meng-update info Covid-19, Emi juga sangat berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan sesuai protokoler kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. (Adm)