Beranda Legislatif DPRD Lahat Dan Unsur Tripika Jarai Koordinasi Bahas Hiburan OT di Tiadakan...

DPRD Lahat Dan Unsur Tripika Jarai Koordinasi Bahas Hiburan OT di Tiadakan Pada Malam Hari

1538
0
BERBAGI

LAHAT, GP – Banyaknya Kejadian Kasus Penganiayaan Terjadinya keributan dalam kegiatan hiburan orgen tunggal di Wilayah Hakum Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Sumatera Selatan menjadi perhatian serius jajaran Polres Lahat dalam Hal Ini Polsek Jarai.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIk MSi melalui Kapolsek Jarai Iptu Hendrinadi SH MH mengatakan pihaknya akan melakukan pembatasan jam izin untuk menggelar kegiatan hiburan Malam Seperti Organ Tunggal dalam pesta atau kegiatan lainnya Rabu 11/9/2019) bertempat di Gedung Balai pertemuan Kantor Kecamatan Jarai.

Hadir Dalam Acara Rapat Koordinasi Tersebut, Dedi Candra SE dari PDIP,  Pajeruni SE Dari PPP, Yudian Partai Golkar, Dapil 4 kabupaten Lahat Camat Jarai Marsi SE MM, Kapten zeni Gunawan Koramil 405 – 08/Jarai, MUI Alpian Ristian, Ketua Porum Kades Harwanto, Kepala UPTD Kesehatan Kacamatan Jarai,  Dr Icha, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama, Karang Taruna dan BPBD sekecamtan Jarai. 

Camat Jarai Marsi SE MM Menyampaikan, banyak sekali usulan dan sumbang saran Masyarakat banyak yang tidak setuju terkait Organ tunggal Kalau dukunganyo Dari Pemkab Lahat,  berkemungkinan DPRD Akan Buat inisiatip Peraturan, dan Anggota DPRD dari Visi dan Misi Bupati Lahat.

Kapolsek Jarai dalam Sambutanya mengatakan, Rapat koordinasi ini selaku pengemban Tugas Kamtibmas, setidak nya sudah lebih dari Tiga kali terjadi kasus penganiyaaan pada saat ada Organ Tunggal, pada malam Hari, dan pengaruh Narkotika dan Miras,”ujarnya.   

Hendrinadi menceritakan, Seperti kejadian Di Cape Milik Budi Di Desa Sadan, hanya bawak Petaka, seperti korban Sarudin terjadi penganiyayaan, tengah malam,  penganiayaan Anak yang dilakukan Seorang Ibu, belum lagi dampak peredaran Ekstasi,  ganja dan miras juga jenis Narkoba.”urainya.  

Juga Tindak pidana Curat,  Curas, menurut Kapolsek Hiburan Malam di Organ Tunggal dan Cape sangat Tidak Membawa manfaatnya, lebih baik ditutup, guna menjaga keamanan Kamtibmas, akibat maraknya Penyakit Masyarakat (Pekat) Kapolsek Menyarankan, Polsek Mengharapkan Dukungan dari segala Lapisan Masyarakat,”harapnya. 

Sementara Sambutanya Dedi Candra SE Dari partai PDI Perjuangan Dapil 4 terkait Organ Tunggal, sangat mendukung Untuk Melaksanakan Peraturan Bupati (Perbub) sudah banyak anak – anak Dari SD, SMP, SMA yang sudah banyak terkena dan menggunakan Narkoba,  Miras bahkan sudah banyak korban Luka bahkan meninggal, sangat setuju untuk Organ Tunggal Di tiadakan Pada Malam Hari, saat ini Sudah ada 6 Praksi setuju,”ujarnya. 

Candra juga berharap agar Para Kadis membuat Peraturan Desa (Perdis) agar Nantinya DPRD akan Bahas lebih lanjut,  yang jelas Saat ini Kita semua Harus bertindak Tegas dalam menangggapi masalah Organ Tunggal sudah sangat menghawatirkan dan sangat tidak ada manfaatnya. Untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Lahat,  dalam mewujutkan Lahat BERCAHAYA.”Kata Candra. 

Sementara, Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pajeroni SE di kesempatan ini, menyampaikan Terkait Organ Tunggal tersebut memang sudah Lama masuk dalam Pembahasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengenai Organ Tunggal,  Atau jenis music, memang siapa yang tidak senang dengan music, namun masalah Organ Tunggal yang pada Malam Hari ini dinilainya tidak ada Mudaratnya, akan tetapi banyaklah Maksiatnya.”tegasnya. 

Ditambahkan Pajeruni, kedepan DPRD akan tindak lanjut bersama Untuk Di terbitkan Perda untuk Hiburan Malam Organ Tunggal, ini adalah bentuk Jihad membasmi Kebatilan, Terutama Kepala Desa, BPBD dan semua Lapisan Masyarakat, tokoh Agama harus bersama memerangi Kebatilan dan kemungkaran apalagi maksiat, kita perangi bersama.” pungkasnya. (Paisa/Nov)