Beranda Ekobis DPC Apjakindo Kabupaten Muba Mulai Terbentuk, Ini Harapannya

DPC Apjakindo Kabupaten Muba Mulai Terbentuk, Ini Harapannya

182
0
BERBAGI

Muba, GP – Asosiasi Pengusaha Jasa Kontruksi Indonesia (Apjakindo) melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bertempat Rumah Makan Kupek Randik, Sekayu pada hari Rabu (23/10/2019).

Acara Musda tersebut untuk menentukan Ketua DPC Apjakindo di Kabupaten Muba berkonsep “DPC Apjakindo siap mensukseskan Muba Maju Berjaya 2022 dengan mencetak Sumber Daya Manusia Jasa kontruksi yang profesional dan berkualitas”.

Dalam laporan Heryadi dari CV. Cahaya Abadi ditunjuk selaku monitoring dan melaksanakan pembentukan DPC Apjakindo di Kabupaten Muba serta sudah mendapatkan Pramusda baik dari CV dan PT di wilayah Sumatera Selatan.

Adapun motivasi menyelenggarakan ini, ingin berkontribusi membangun Kabupaten Muba. “Kami menyatukan dalam membangun melalui Apjakindo dengan membentuk DPC. Pada saatnya nanti ketua DPD Apjakindo dapat memberi arahannya dan motivasi. Sebagai usaha kontruksi yang baru” ujarnya.

Kemudian sambutan dari Dinas PUPR Kabupaten Muba diwakili oleh Suhari mengatakan selamat bergabung di Kabupaten Muba semoga dapat bermitra dengan baik. Selanjutnya turut hadir dari Sekretaris Dinas Transmigrasi Kabupaten Muba Efendi sepatah dua kata mengatakan, semoga Musda ini dapat berjalan dan lancar. Hadirnya Apjakindo ini membawa keberkahan dan ambil andil dalam lapangan pekerjaan.

“Selamat musda, siapapun terpilih dapat bekerjasama dan bermitra dengan pemerintah kabupaten Muba” tuturnya.

Sementara itu, pembukaan yang dilakukan Ketua DPD Apjakindo Sumsel oleh Bapak Jimmy mengatakan turut berbangga dapat melaksanakan Musda di Kabupaten Muba. Ini suatu keabsahannya jika dilihat. Walaupun Kami anak bawang tapi kami anak bawang pilihan.

“Jadi bapak ibu sekalian, pengusaha itu mitra pemerintah. Tanpa kita terasa ada kekurangan. Jadi saya mengingatkan bahwa Apjakindo sangat ditunggu dan dinanti bahwa melalui asosiasi usaha inilah dapat berintegritas dan profesionalitas. Jangan bisa dapat borong saja, tapi dapat menyelesaikan pekerjaan pula” cetusnya.

Lanjutnya, jangan dijual. Kita kerjakan. Sebagai asosiasi mudah-mudahan kita semua mencoba menikmati program kegiatan Pemda Muba. Selain itu, asosiasi ini kita buatkan SKA, SKT, dan untuk SBU dimulai dari K1 cuman 4 Subklasifikasi.

“Kegunaan asosiasi ini. Kedepan teman-teman menjadi barometer dan harus transparan. Serta dapat membagi kapling. Jangan berantem sesama dengan perusahaan. Malu kita” harapnya.

Selain itu, setelah bermitra, kita harus berkontribusi pula dalam pajak dengan membayar iuran BPJS Disnaker. Jangan cuman merasa bisa mencari proyek saja, tapi kita juga bayar BPJS. Apjakindo saya akan kontrol langsung.

“Jadi kontraktor harus cari nama karena Proyeknya bagus. Itu yang penting. Jadilah kontraktor sejati walaupun kecil. Tapi yang namanya kerja dan pasti ada bagi untung. Tidak mungkin awal datang bawa duit. Di sini dipantau KPK. Hati-hati. Waspada (waras sedikit pasti ada). Tunjukkan krebelitasnya. Kita harus tahu kewajiban sebagai kontraktor” tutupnya. (Red)