Beranda Lainnya Rilis Cegah Bayi Meninggal Akibat Asap, Rumah Zakat Palembang lakukan ini

Cegah Bayi Meninggal Akibat Asap, Rumah Zakat Palembang lakukan ini

37
0
BERBAGI

Palembang, GP (17/09) – Beberapa hari ini sumatera Selatan berduka dengan meninggalnya Elsa Pitaloka usia 4 bulan meninggal. Anak pasangan Ngadirun dan Ita Septiana, warga Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kabar Elsa meninggal diduga akibat terpapar kabut asap sempat viral, namun Elsa Meninggal karena gangguan lain dikepala.

Semakin banyak titik api ini menyebabkan kabut asap semakin pekat sehingga kualitas udara menjadi buruk dan bahkan berbahaya. Riau menjadi daerah dengan status kualitas udara berbahaya sedangkan Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan kualitas udara sedang.

Sugandi Public healt (kesehatan Masyarakat) Rumah Zakat Sumatera Selatan respon atas bencana asap ini, Rumah Zakat Action langsung melakukan beberapa tindakan untuk turut menanggulangi Karhutla ini.

Menurutnya Di pulau Sumatera ada beberapa titik panas Jambi terdapat 287 titik panas sedangkan Riau terdapat 372 titik panas sedangkan di Sumatera Selatan terdapat 367 titik panas.

“Rumah Zakat Suamtera Selatan menyelenggarakan Sholat Istisqo bersama di SIT Bina Ilmi dan dalam dekat ini di SMK Mutiara Azzam. Selain itu pembagian masker lebih dari 3.000 di beberapa titiksperti di lampu merah Simpang POLDA, Sekolah SMK Mutiara Azzam juga di Jembatan Ampera bahkan sampai di wilayah Musi Rawas Utara”, ujar Gandi.

Rumah Zakat juga menyiagakan Pos Darurat kabut asap, armada ambulans, serta tim medis bagi warga 5 kota yaitu Pekanbaru, Pontianak, Medan dan Batam.

“Palembang juga nantinya kita lihat kondisinya, apakah kedepannya butuh pos darurat apa tidak, tentu keputusan ini kami terus berkoordinasi dengan BNPB. Kalau butuh pos darurat kita akan buka pos darurat sesegera mungkin. Adapun layanan yang diberikan adalah ruang steril asap, masker berkualitas, oksigen, pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan”, pungkasnya. (Ril)