Beranda Pendidikan Butuh Uluran Tangan Para Dermawan untuk Biaya Berobat

Butuh Uluran Tangan Para Dermawan untuk Biaya Berobat

Pelajar Banyuasin Juara 1 MTQ, Tak Bisa Lanjutkan Sekolahnya

36
0
BERBAGI

BANYUASIN, GP — Pecah tempurung kepala JM siswi SMP Negri 1 Banyuasin III, tidak dapat melanjutkan jenjang sekolahnya lantaran tidak cukup biaya untuk pengobatan.

Sosok siswi yang diketahui memiliki segudang prestasi ini, salah satunya yaitu pernah meraih Juara 1 MTQ antar pelajar se-Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin pada gelaran perlombaan yang di selenggarakan salah satu Media Elektronik (Radio) di Kota Pangkalan Balai .

Kondisinya saat ini sangat memperihatinkan. Dirinya terbujur lemas lantaran ia habis mengalami kecelakaan tunggal beberapa minggu lalu.

Orang tua JM yakni Abu Bakar (36) menceritakan bahwa anaknya mengalami kecelakaan di wilayah Kota Pangkalan Balai pada usai hari raya Idul Fitri beberapa Minggu lalu. Kejadiannya saat Anaknya JM tersebut berboncengan dengan temannya untuk pergi bersilahtuhrahmi ketempat temannya.

Namun, karna pakaian yang dipakainya panjang terang orang tua JM, tidak diketahuinya tiba-tiba pakain anaknya yang bagian bawah tersangkut dan terlilit di jari-jari pelek sepeda motor lalu menarik anaknya dan terjatuh dari motor.

“Pakainnya bagian bawahnya tersangkut dan langsung di bawa kerumah sakit. Tempurung Kepala anak saya pecah.” Ucap Abu Bakar, saat di bincangi media ini, Jum’at (05/07) di Alun-Alun Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pengobatan pada anaknya telah di lakukan di Rumah Sakit Daerah Banyuasin (RSUD) dan bahkan telah di oprasi dan akan oprasi kembali untuk pemasangan tempurung kepalanya. Namun, saat ini anaknya telah di perbolehkan pulang dengan kondisi temprung masih di simpan pada bagian perut dan kepala masih membengkak.

“Kemarin sempat rawat inap di perbolehkan pulang dan masih harus rawat Jalan. Sekali rawat jalan itu bisa 200 ribu itu satu minggu sekali dan belum lagi nanti mau oprasinya dari mana saya bisa dapatkan uang,” keluh Abu, yang bekerja sebagai buruh bangunan dan memiliki 6 orang anak terlihat berlinang air matanya.

Abu mengungkapkan bahwa saat anaknya di rawat inap sempat di bantu pihak Dinas Kesehatan Banyuasin dalam penanganan pengobatan dan Biaya pengobatannya. Lantaran dirinya dan keluarg tidak memiliki kartu BPJS saat ia telah mengurus pembuatan kartu BPJS.

Tetapi, kondisi Abu Bakar yang harus menghidupi enam anaknya dan yang lima diantaranya bersekolah membuat dirinya kwalahan untuk mengatasi persoalaan keuangan keluarganya.

“Gaji saya sebagai buruh kalau kerja hanya 120 ribu satu harinya. Istri saya mengurus anak di rumah, seperti saat ini saya tidak bekerja beberapa hari karna harus urus BPJS dan mengurus anak saya yang sakit itu.” Ucap Abu Bakar yang tinggal di Jalan Merdeka, Keluarahan Kedondong Raye RT 15 RW VI, Kota Pangkaan Balai.

Karna itu beber dia, saat ini dirinya sangat membutuhkan bantuan untuk membiayai pengobatan anaknya hingga sembuh dan dapat melanjutkan sekolah anaknya JM yang baru saja menamatkan sekolah tingkat SMP dengan nilai yang baik.

“Saya butuh bantuan untuk obati anak saya. JM anak saya itu kalau sembuh ia ingin teruskan sekolah ke pesantren. Alhamdulillah prestasinya banyak,” sambung dia.

DirinĂ½a berharap ada uluran tangan dari orang yang dapat membantunya dalam pembiayaan pengobatan untuk dapat menyembuhkan anaknya.”Anak saya tidak bisa sekolah lagi karna sakit. Sekarang saya hanya berusaha untuk mencari bantuan, ini no HP saya 082280332977.” Tutup dia (Adm).