Oku, GP – Minggu (21/7) Kelompok ibu-ibu peternak lebah trigona di RT 12 Desa Berdaya Sukajadi, Baturaja Timur OKU berkumpul untuk memanen madu setelah kurang lebih 2 bulan memelihara lebah tersebut. Kelompok ibu-ibu ini merupakan binaan Rumah Zakat.

“Alhamdulillah ini panen perdana dari lebah trigona jenis itama yang kami rawat. Dari satu kotak lebah menghasilkan kurang lebih 300 ml madu. Sementara inj kami baru ada 6 koloni/ kotak lebah trigona”, ujar Sri Hidrayati yang pekarangan rumahnya menjadi lokasi ternak lebah trigona.

Melihat hasil madu yang lumayan dari lebah tersebut tentu saja membuat ibu-ibu senang dan lebih bersemangat. “Senang sekali siang ini kami dapat 3 botol dari 2 kotak yg dipanen dan langsung habis dibeli. Bahkan pada berebut dan banyak yg sudah pesan. Lumayan untuk menambah uang kas”, kata Nurwina salah satu anggota kelompok.

Madu klanceng atau madu lebah trigona adalah salah satu madu yang memiliki keunikan tersendiri. Menurut penelitian, madu klanceng memiliki manfaat 4 kali lebih banyak dari madu biasa. Namun madu ini juga memiliki harga yang lebih mahal dari madu biasa.

Madu klanceng memiliki beberapa perbedaan dengan madu biasa. Madu klanceng memiliki tekstur yang lebih encer dan aroma yang pekat. Madu jenis ini juga memiliki rasa yang kecut dan sedikit pahit. Berbeda dengan umumnya madu yang memiliki rasa manis.

Manfaat madu klanceng terbilang banyak untuk kesehatan dan kecantikan. Di antaranya mencegah kanker, mempercepat proses penyembuhan, memberi nutrisi ibu hamil, meningkatkan kecerdasan, menambah kejantanan pria, mengobati jerawat, menjaga kelembaban kulit, mencegah kerontokan rambut, memutihkan wajah, dll.

Tawonnya tidak menyengat, aman, dan menghasilkan madu berkualitas serta berkhasiat tinggi.

Diharapkan dengan ketelatenan merawat bunga2 di sekeliling pekarangan dapat menambah produksi madu yang sangat berkhasiat ini. [Ril]