BANYUASIN, GP – Ibadah haji menjadi dambaan bagi sebagian besar umat Muslim. Tapi, melaksanakan ibadah haji tak cukup berbekal dengan persiapan mental dan finansial saja.Persiapan kesehatan pun tak boleh luput dari perhatian. Apalagi risiko penularan penyakit lebih besar mengingat faktor cuaca dan jemaah haji berjumlah jutaan.

Salah satu cara pencegahannya adalah dengan vaksinasi. Vaksin yang wajib diberikan bagi calon jemaah haji adalah vaksin Meningitis. Meski wajib dilakukan, banyak calon jemaah haji yang masih belum memperhatikan vaksin perlindungan dari penyakit meningitis meningokokus itu.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuasin H. M. Arkan Nurwahidin melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh H. Ganda Riawan membeberkan alasan wajibnya pemberian vaksin meningitis ini. “Vaksin meningitis itu penting karena pertama mencegah orang dari bahaya penyakit,” ungkap dia sembari menyebut bahwa aturan dari Saudi, Siapa pun yang masuk ke Saudi harus divaksin,” tegasnya.

H. Ganda Riawan juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan tersebut halal. Ini menjawab kekhawatiran sebagian besar umat Muslim di Indonesia tentang vaksin yang tidak halal. “Jangan khawatir, ini halal dan batas waktu berlakunya (vaksin meningitis) dua tahun,” kata dia.

H. Ganda Riawan menyampaikan bahwa telah melaksanakan suntik Meningitis dan suntik influenza kepada 160 Orang Jama’ah Calon Haji Banyuasin yang akan berangkat Tahun 1441 H/ 2020 M.

Dikatakan Kasi PHU Ganda Riawan bahwa suntik Meningitis dan Suntik Influenza telah dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Pangkalan Balai pada Rabu 11 Maret laporannya apel pagi Kepada Kepala Kantor M. Arkan Nurwahiddin didampingi Kasubbag TU H. Iskandar Mahyudin hadir Kasi PAKIS H. Hamdan dan ASN pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin.

Dijelaskan dia bahwa Suntik Meningitis gratis dari Pemerintah sedangkan Suntik Influenza semua Bayar, namun telah di tanggung Pemerintah Kabupaten Banyuasin. ” Jadi semuanya suntik gratis,” tegas dia.

Dikesempatan ini, Kasi PHU Ganda menyampaikan perlu diinformasikan di ketahui oleh Masyarakat bahwa terhitung 12 Maret 2020 Pemerintah Pusat telah Penutupan Pendaftaran Jama’ah Calon Umroh. belum adanya kejelasan sampai kapan pembukaan kembali oleh pihak Pemerintah Arab Saudi dikarenakan sejak merebak penyebaran dampak Virus Corona tahun ini.

Selanjutnya, jika mendaftar, jama’ah calon umroh bisa terpantau melalui aplikasi Siskopatu sama seperti Aplikasi Siskohat pada pendaftaran Jama’ah Calon Haji. “artinya jika ada Pihak travel Umroh Nakal berani memberangkatkan jamaah umroh tidak mematuhi Peraturan dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat” tandas dia. (Adm)